Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tanggap Darurat Selesai, Posko Kesehatan Tutup

Masyarakat Disarankan Kembali Berobat di Puskesmas

0 74

PALU EKSPRES, PARIGI- Kurang lebih 11 kepala keluarga (KK) yang berada di pengungsian dusun IV Desa Toboli Induk, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, semenjak dalam pengungsian belum mendapatkan pelayanan kesehatan dari dinas terkait.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga Dusun IV Desa Toboli Induk, Ince yang ditemui Palu Ekspres di lokasi Pemgungsian, Senin (5/11/2018).

Dia mengatakan, semenjak Ia bersama keluarga dan rekannya mengungsi di tempat tersebut, belum ada tim medis dari dinas terkait mengunjungi tempat mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi yang ada.

Sementara di tempat itu kata dia, ada anak balita yang sudah terserang penyakit gatal-gatal.

“Selama kami di pengungsian belum ada yang dari tim kesehatan datang ke sini, sementara anak-anak kami di sini ada yang terkena penyakit gatal-gatal,” ujarnya. 

Ia mengaku, awalnya ia bersama rekannya yang mengungsi di tempat itu sangat sulit untuk mendapagkan logistik dari pihak pemerintah. Dan hanya mengandalkan inisiatif sendiri untuk mencari makanan. Tetapi berselang beberapa hari pascagempa, mereka mendapat bantuan dari ACT dan PMI Parimo.

“Alhamdulillah ada yang dari ACT bawa bantuan tenda, beras, mie instan, dan lainnya, setelah itu ada lagi bantuan dari PMI Parimo membawa pakaian bekas, air mineral,  beras, tenda, kelambu dan lainnya,” jelas Ince.

Ince bersama rekannya masih tetap memilih bertahan di pengungsian, disebakan rumah mereka tidak bisa lagi untuk dihuni karena roboh total akibat guncangan gempa bumi 28 September lalu.

“Kami belum bisa pulang masing-masing pak, karena rumah kami hancur semua, itu pun ada sebagian hanya rumah bantuan,” terangnya.

Sekaitan hal itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Parimo, I Wayan Budiantara dikonfirnasi mengatakan, setelah tanggap darurat selesai, posko kesehatan sudah ditutup. Sehingga, masyarakat di pengungsian disarankan untuk berobat di Puskesmas atau Puskesmas Pembantu (Pustu) terdekat.

“Jadi bagi masyarakat yang sakit di pengungsian disarankan untuk berobat di Puskesmas atau Pustu terdekat, dan tidak perlu lagi dikunjungi di tempat pengungsian karena masa tanggap darurat sudah selesai,” sebut Wayan.

Ia menambahkan, sesuai dengan kebijakan Pemerintah daerah bahwa semua pelayanan kesehatan digratiskan. 

(asw/Palu ekspres)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.