Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sulteng Jadi Penambah Devisa Negara Lewat Ekspor Udang 

0 211
PALU EKSPRES, PALU – Provinsi se Sulawesi dan Lampung dipilih menjadi crash program tambahan devisa 1 milyar dollar AS dari ekspor udang. Keputusan diambil setelah penyampaikan gagasan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Dr Hasanuddin Atjo di hadapan Dirjen PDS dan Budidaya KKP di Jakarta, Jumat (2/11/2018).
 
Selain Kadis KP Sulteng, Hasanuddin Atjo, ikut pula mempresentasikan CEO PT Bogatama Marinusa, (Bomar), perusahaan yang bergerak di bidang ekspor komoditi perikanan. 
 
Sebelumnya, Hasanuddin Atjo menjadi salah satu pembicara pada Rapat Terbatas Dirjen Peningkatan daya saing Kementerian Kelautan dan Perikanan di Bali pada (28/10/2018).
 
Rapat tersebut membahas peningkatan daya saing dan devisa industri udang berkelanjutan. Saat itu Hasanuddin Atjo menawarkan teknologi supra intensif Udang Vanamae yang kini bisa dikembangkan pada skala kecil dan menengah. 
 
Menurut dia, teknologi ini mampu menghasilkan devisa untuk negara sebesar Rp1 miliar dengan hitung-hitungan pada kebutuhan dunia terhadap udang. Juga dari hasil pengelolaan sumber udang menjadi panganan berbasis industri. 
 
Kini sejumlah bahan untuk membangun tambak udang supra insentif juga lebih murah dan terjangkau. Bisa dibuat dari bahan plastik dengan hasil produksi udang yang maksimal.
 
Selain meningkatkan produksi udang sendiri. Teknologi Supra intensif yang ditawarkan Hasanuddin Atjo juga memberi efek domino pada perekonomian masyarakat. Misalnya pembuatan kolam udang vanamae dari plastik, lalu pembangunan komponen lain seperti tukang besi, tukang batu juga pembuatan central drained.
 
Multiply efek lain yaitu, bisa mengembangkan industri pengelolaan makanan dari udang dan ikan. Juga membuka lapangan usaha baru seperti pengadaan bibit udang hingga pasarnya. 
 
(aaa/palu ekspres) 
 
 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.