Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

5 November Untad Siap Beraktivitas Penuh

Mahasiswa Diberi Kelonggaran Hingga Desember

0 175

PALU EKSPRES, PALU – Setelah kejadian bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018 lalu, Universitas Tadulako (Untad) yang sebelumnya meliburkan seluruh aktivitasnya, dijadwalkan siap untuk kembali beraktivitas secara penuh mulai Senin 5 November 2015 mendatang.
Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio menegaskan, sejak hari pertama aktivitas pasca bencana alam terebut, pelayanan akademik mahasiswa langsung menjadi salah satu prioritas.
Ia menegaskan, hak akademik mahasiswa tidak boleh dikorbankan. “Yang pasti mahasiswa tidak boleh dikorbankan dalam hal pendidikan, layanan akademik dan perkuliahan harus berjalan. Yang tidak datang pembimbingnya segera ganti, atau penguji yang sebelumnya ada tujuh tapi hanya tinggal tiga orang, yang ada itu saja menguji. Yang penting akademiknya kita jaga, prosesnya bisa kita sederhanakan,” kata Rektor kepada wartawan, di lapangan utama Untad, Jumat 2 November 2018.
Meski aktivitas penuh sudah dimulai pada 5 Novermber 2018, Rektor turut memberi kelonggaran kepada para mahasiswa yang masih belum ingin kembali ke Palu, karena masih trauma dengan bencana alam yang terjadi sebelumnya. Ia memberi tenggat waktu hingga Desember 2018 untuk para mahasiswa tersebut kembali ke kampus. “Anak-anak kita 

SENAM UNTAD BANGKIT – Rektor Untad bersama civitas akademika lainnya, mengikuti Senam Untad Bangkit, yang menandai dimulainya aktivitas Untad secara penuh pasca kejadian bencana alam. Foto: IMAM/PE

5 November Untad Siap Beraktivitas Penuh// Mahasiswa Diberi Kelonggaran Hingga Desember///

PALU EKSPRES, PALU – Setelah kejadian bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018 lalu, Universitas Tadulako (Untad) yang sebelumnya meliburkan seluruh aktivitasnya, dijadwalkan siap untuk kembali beraktivitas secara penuh mulai Senin 5 November 2015 mendatang.
Rektor Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio menegaskan, sejak hari pertama aktivitas pasca bencana alam terebut, pelayanan akademik mahasiswa langsung menjadi salah satu prioritas.
Ia menegaskan, hak akademik mahasiswa tidak boleh dikorbankan. “Yang pasti mahasiswa tidak boleh dikorbankan dalam hal pendidikan, layanan akademik dan perkuliahan harus berjalan. Yang tidak datang pembimbingnya segera ganti, atau penguji yang sebelumnya ada tujuh tapi hanya tinggal tiga orang, yang ada itu saja menguji. Yang penting akademiknya kita jaga, prosesnya bisa kita sederhanakan,” kata Rektor kepada wartawan, di lapangan utama Untad, Jumat 2 November 2018.
Meski aktivitas penuh sudah dimulai pada 5 Novermber 2018, Rektor turut memberi kelonggaran kepada para mahasiswa yang masih belum ingin kembali ke Palu, karena masih trauma dengan bencana alam yang terjadi sebelumnya. Ia memberi tenggat waktu hingga Desember 2018 untuk para mahasiswa tersebut kembali ke kampus. “Anak-anak kita ini juga harus dipanggil pulang, tapi kalau ada satu dan lain hal boleh dia sampai akhir Desember setelah itu kembali lagi. Kita toleransi sampai Desember, karena kita sudah putuskan di Majelis Rektor tidak ada yang namanya pindah, perguruan tinggi negeri juga tidak akan menerima itu, hanya menampung sementara dan menjadi bagian dari trauma healing untuk memulihkan kembali,” jelasnya. Namun, khusus mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat sudah diwajibkan untuk kembali hadir di kampus pada 5 November 2018. “Untuk dua fakultas yakni FK dan FKM wajib kembali tanggal 5 November. FK itu sudah siap lahir batin, begitupun FKM,” ujarnya.

DIAWALI SENAM BERSAMA
Dimulainya aktivitas penuh di Untad pada 5 November 2018, diawali dengan pelaksanaan senam bersama bertajuk “Senam Untad Bangkit” yang digelar di lapangan utama Untad, Jumat 2 November 2018. Senam tersebut diikuti ribuan civitas akademika Untad, mulai dari para pimpinan Universitas, pimpinan Fakultas, dosen, pegawai dan para mahasiswa Untad. Turut mengikuti senam, para relawan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Kemenristek Dikti. Rektor menerangkan, kegiatan tersebut merupakan media untuk menyatukan kembali civitas akademika Untad pasca kejadian bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018 lalu. “Senam ini menjadi media menyatukan kembali kita, yang sebelum ini tercerai berai untuk menyelamatkan diri masing-masing di saat bencana terjadi. Intinya adalah mempersiapkan mental, bahwa tanggal 5 November 2018 menjadi hari bersejarah bagi Untad, untuk melaksanakan aktivitas kembali secara keseluruhan pasca bencana,” jelasnya. Meski baru akan memulai aktivitas secara penuh pada 5 November 2018, Rektor menyebutkan beberapa aktivitas di Untad telah dilakukan beberapa hari belakangan, meski masih belum teratur. “Kita berharap kegiatan senam ini menyatukan hati kembali,” tandasnya.
(abr/Palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.