Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Santri dan Siswa Madrasah Sulteng Raih Prestasi Nasional

Kakanwil: Ini Menjadi Semangat untuk Bangkit

0 163

PALU EKSPRES, PALU – Para santri dan siswa madrasah yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah, baru-baru ini berhasil meraih berbagai prestasi di ajang tingkat nasional. Di antaranya adalah kontingen santri Sulteng, yang berhasil meraih juara 1 terfavorit serta kemah paling bersih, pada gelaran Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V tahun 2018, yang digelar pada 24-30 Oktober 2018 di Provinsi Jambi.

Bahkan, salah seorang santri atas nama Nurul Syaifa Nadhira asal Pondok Pesantren Istowamah Ngatabaru, pada ajang yang sama juga berhasil meraih golden ticket untuk mengikuti ASEAN SCETRO (Scout Educational Recreation Tour) tahun 2019 mendatang, dan akan menyambangi beberapa negara ASEAN yakni Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura.

Selain itu, prestasi di ajang nasional lainnya juga diraih dua orang siswa Madrasah asal Sulteng, yakni Satriawan Sanusi dan Robiq Firly Alfian yang meraih medali emas kategori Matematika Sains dan Teknologi pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018, yang dihelat di Semarang pada 15-20 Oktober 2018. Kedua siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kota Palu tersebut, lalu mendapat pemanggilan dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, untuk mengikuti International Youth Science and Innovation Fair (IYSIF) 2018 pada 31 Oktober hingga 5 November 2018 di Banten.

Atas raihan berbaga prestasi tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Dr. H. Rusman Langke mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. Menurutnya, raihan tersebut merupakan prestasi luar biasa yang dihadirkan para santri dan siswa madrasah di Sulteng, di tengah musibah yang baru saja dialami oleh masyarakat khususnya di Kota Palu, Donggala dan Sigi.

“Alhamdulillah, kita juga memiliki semangat bangkit kembali melalui santri dan siswa kita. Olehnya, ini merupakan suatu kesyukuran bagi kita, dan mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi Ponpes dan Madrasah di Sulteng, bahwa kita tidak boleh hanyut dalam keadaan sekarang ini, tetapi kita harus bangkit untuk terus meraih prestasi,” kata Rusman, usai menyambut kedatangan kontingen santri Sulteng peserta PPSN V 2018, di Kanwil Kemenag Sulteng, Rabu 31 Oktober 2018.

PROSES BELAJAR DITARGET NORMAL BULAN NOVEMBER
Pada kesempatan tersebut, Rusman juga menyampaikan rasa optimismenya terkait pemulihan proses belajar mengajar di Madrasah ataupun Ponpes di daerah-daerah yang terdampak bencana. Diungkapkannya, saat ini beberapa madrasah yang terdampak masih melakukan aktivitas di bawah tenda-tenda kelas darurat.

“Untuk tahap pertama ini, kita lakukan trauma healing untuk siswa dan guru yang terdampak, bekerja sama dengan guru dan tenaga kependidikan dari Kemenag RI,” kata Rusman.

Ditambahkannya, hingga saat ini selama hampir tiga pekan berlangsung proses belajar mengajar di Madrasah dan Ponpes, sudah sekitar 70 persen siswa yang masuk.

“Insyaallah bulan November ini sudah normal kembali, tetapi semuanya masih belajar di tenda, terutama di Madrasah-madrasah yang terdampak, misalnya mengalami bangunan retak,” imbuhnya.

Terkait pemulihan infrastruktur Madrasah atau Ponpes yang terkena dampak bencana, Rusman menegaskan pihaknya sedang melakukan upaya agar proses recovery dapat berjalan dengan bantuan dari Kemenag RI.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.