Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pengungsi Butuh 30 ton Beras Sehari

Pemkot Tetapkan 23 Titik Hunian Sementara.

0 302

PALU EKSPRES, PALU – Perpanjangan masa darurat bencana digunakan Pemkot Palu melakukan sejumlah hal strategis. Mulai dari pendataan pengungsi, layanan puskesmas keliling hingga mengoptimalkan distribusi logistik bahan makanan ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Wali Kota Palu Hidayat menjelaskan, penanganan paska bencana dalam masa tanggap darurat telah dibahas bersama Gubernur Sulteng dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebagai tindak lanjut, pihaknya mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mendata seluruh korban selamat yang berada di pengungsian. Serta titik titik pengungsian yang belum pernah tersentuh bantuan.

“Jumlah orang di pengungsian, berapa jumlah balita, ibu hamil dan menyusui,”jelas Hidayat.

Pendistribusian logistik, jelas dia untuk sementara akan ditangani seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Palu. Hal ini dilakukan karena pejabat lurah dan camat belum dapat digerakkan secara maksimal mengingat diantaranya banyak yang menjadi korban langsung.

Camat dan Lurah menurutnya tinggal menunggu distribusi dari kepala OPD di tempat masing-masing. Selanjutnya mendistribusikan ke lokasi pengungsian di wilayahnya.

“Mereka (camat/lurah) yang akan mendampingi distribusi logistik kepala OPD,”kata Hidayat.

Logistik yang akan didistribusikan jelas Hidayat adalah logistik yang telah teregistrasi langsung ke posko Pemkot Palu, yakni di rumah jabatan Wakil Wali Kota.

Hidayat menyebut sejauh ini berdasarkan pemetaan sementara kebutuhan beras untuk pengungsi menembus 30 ton dalam sehari.

“30 ton setiap hari yang kami diatribusikan mengingat banyaknya kebutuhan,”ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Hidayat juga menjelaskan saat ini Kementerian PUPR tengah menggenjot upaya pembangunan hunian sementara (Huntara). Sejauh ini pihaknya telah menetapkan surat keputusan (SK) Huntara pada 23 lokasi.

Sedangkan untuk memaksimalkan kinerja OPD, pihaknya juga telah membentuk tim penegakan disiplin ASN.

“Ini untuk pegawai yang belum masuk kerja. Yang bertanggungjawab adalah kepala OPD masing-masing,”pungkasnya.

Amatan Palu Ekspres, seluruh kantor OPD lingkup Sekretariat Pemkot Palu telah membuka layanan, Senin 15 Oktober 2018. Meski begitu pelayanan publik masih dilakukan di luar ruangan. Sebagian terpantau masih sebatas pada kegiatan bersih-bersih halaman kantor.
(mdi/Palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.