Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Proses Belajar Tetap Berjalan, Meski di Tenda Sekolah Darurat

0 124

PALU EKSPRES, PALU – Meski baru saja dilanda bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu berupaya agar proses belajar mengajar bagi para peserta didik di Kota Palu dapat terus berjalan.

Salah satu upayanya adalah dengan menyediakan empat buah tenda sekolah darurat, yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar bagi anak-anak korban bencana di tempat-tempat pengungsian.

Tenda-tenda sekolah darurat tersebut tiga di antaranya ditempatkan di titik padat pengungsian di sekitar Kota Palu, serta satu lainnya ditempatkan di SMP Negeri 1 Palu. Proses belajar mengajar yang dilaksanakan di tenda-tenda tersebut sudah berjalan tiap harinya, dengan kurikulum yang masih menyesuaikan dengan kondisi darurat.

“Ada empat tenda sekolah darurat, yakni di Petobo, lapangan Vatulemo, di Masjid Agung dan SMPN 1 Palu. Proses belajarnya sedang jalan, walaupun kurikulumnya masih menyesuaikan,” kata Kepala Disdibud Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, melalui telepon, Kamis 11 Oktober 2018.

Ansyar mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan beberapa orang guru serta para relawan baik yang berasal dari Palu maupun dari luar Palu, untuk menjalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah darurat tersebut.

“Di Petobo ada salah seorang kepala sekolah di sekitaran itu yang kita dorong untuk mengendalikan sekolah darurat tersebut. Di lapangan Vatulemo ada salah seorang guru dari Yayasan Al-Azhar Mandiri. Di Masjid Agung kita meminta relawan untuk mengendalikan di sana. Di SMPN 1 Kepala Sekolahnya sendiri yang mengendalikan,” jelasnya.

(Proses belajar di bawah tenda sekolah darurat di SMPN 1 Palu. (FOTO: Istimewa)

Selain itu, Ansyar menyebutkan, pihaknya saat ini juga sedang melakukan pendataan terkait para peserta didik asal Palu, serta pendataan infrastruktur sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Ia berharap, proses belajar di sekolah-sekolah di Kota Palu dapat segera kembali berjalan lancar.

“Pendataan berlangsung terus, sekarang ini sudah banyak yang memasukkan data-datanya terutama dari SMP. Kita siapkan formatnya dan kita input di sentral data kita. Terkait infrastruktur sekolah terus kami data, apa saja yang mengalami rusak total, rusak parah, rusak sedang dan rusak ringan,” ujarnya.

Sebelumnya, saat melakukan peninjauan di Palu pada 6 Oktober 2018 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Muhadjir Effendy menegaskan bahwa proses pendidikan di Palu, Donggala dan Sigi harus terus berjalan, meski sementara harus dilakukan di tenda-tenda sekolah darurat.

“Anak-anak harus tetap belajar. Yang di sini (Palu-red) kita siapkan sekolah darurat, kemudian yang bertebaran menjadi pengungsi di seluruh wilayah Sulawesi maupun di luar Sulawesi segera melapor ke sekolah terdekat dan langsung sekolah saja,” tegas Muhadjir.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.