Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Peternak Ayam Rugi Rp 12 M per Hari

0 40

PALU EKSPRES, SOLO – Anggota perhimpunan insan perunggasan rakyat
Indonesia (Pinsar) Pedaging Jateng punya cara sendiri mengkritisi
meroketnya harga day old chicken (DOC) atau bibit ayam potong dan
pakan. Mereka membagikan sebanyak 1.500 ekor ayam secara gratis
kepada masyarakat di halaman Pasar Jongke kemarin (26/9/2018).

Pinsar Pedaging Jateng mengakui, kegiatan tersebut memang menambah
nominal kerugian material. Tapi, keuntungannya mereka bisa berbagi
dengan masyarakat.

Saking antusiasnya mendapatkan ayam potong, warga harus berdesak-
desakan hingga sempat menimbulkan kericuhan. Beberapa orang pun
pingsan. Karena itu, panitia memutuskan hanya membagikan ayam hidup,
sedangkan pembagian nasi boks dengan lauk ayam dibatalkan.

“Ini sebagai wujud protes kita pada pemerintah. Saat harga ayam naik,
kita diminta operasi pasar. Tapi, kalau harga ayam turun seperti
sekarang, pemerintah tidak melakukan apapun,” tegas Ketua Pinsar
Pedaging Jateng Parjuni.

Idealnya, harga per kilogram (kg) ayam hidup dari kandang dijual Rp
18 ribu. Namun, saat ini hanya tembus Rp 13 ribu per kg. Kondisi
tersebut tidak sebanding dengan harga pakan dan DOC. Harga pakan dari
sebelumnya Rp 600 per kg, naik menjadi Rp 1.200 per kg. Sedangkan
harga DOC per ekor yang sebelumnya, Rp 6.500 menjadi Rp 7.000 per
ekor.

“Kami berharap pemerintah bisa melindungi peternak kecil. Kalau kami
harus bersaing dengan perusahaan besar, tidak kuat,” jelasnya.

Saat harga ayam anjlok dan pakan malah mahal, peternak mengalami
kerugian sekitar Rp 5.000 per ekor. Karena alasan itulah, Pinsar
melakukan protes dengan membagikan ribuan ayam potong dengan berat
total sekitar 3 ton.

“Lebih baik kami gratiskan sekalian ke masyarakat. Dengan begitu bisa
berbagi supaya masyarakat juga bisa makan ayam,” tandasnya.

Pinsar Pedaging Jateng berharap, harga ayam potong dapat dikembalikan
menjadi Rp 18 ribu per kg darikandang. Jika hanya laku Rp 13 ribu per
kg, maka kerugian peternak di Jateng bisa mencapai Rp 12 miliar per
hari.

“Kami patungan dengan para peternak di Eks Karesidenan Surakarta
untuk melakukan aksi ini. Jika dalam dua hari harga tidak kembali
normal, kami akan melakukan aksi lebih besar. Kami sudah
berkomunikasi dengan pemerintah tapi belum ada hasilnya,” beber
Parjuni.

Sementara itu, Sujirah yang ikut antre mengaku mendapatkan satu ayam
potong. “Lumayan bisa dapat satu ekor,” katanya.

(rs/vit/per/JPR)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.