Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

 MTsN 2 Palu Berpartisipasi  di Pameran KSM Nasional 2018

0 108

PALU EKSPRES, PALU – Pada gelaran Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional tahun 2018 di Bengkulu nantinya, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 (MTsN 2) Kota Palu akan membawa tiga produk makanan ringan karya dari para siswa untuk dipamerkan.

Ketiga produk tersebut masing-masing solanum (tomat) rasa kurma, kripik tik lamale (udang kecil) dan biskuit kelor. Ketiganya akan ditampilkan pada stand pameran KSM Nasional di Bengkulu pada 24-28 September 2018 mendatang.

“Beberapa Madrasah diminta untuk membawa hasil inovasinya masing-masing untuk dipamerkan. Dan kami sepakat untuk membawa ketiga produk makanan ringan tersebut,” kata Kepala MTsN 2 Kota Palu, Muh. Sarib, di ruang kerjanya, Sabtu 15 September 2018.

Sarib berharap, dengan ditampilkannya produk kreasi siswa melalui Karya Ilmiah Remaja (KIR) tersebut, dapat memberi kesempatan untuk pengembangan produksi ke depannya.

“Kita berharap ke depan dapat bermitra dengan pihak industri untuk pengembangan proses produksi, karena ini memiliki potensi menjadi penganan khas di Kota Palu. Saya sebagai Kepala Madrasah bersama para guru akan juga akan mencari jalan untuk itu, serta bagaimana cara pemasarannya,” tutur Sarib.

Pembina KIR MTsN 2 Kota Palu, Rosdiana menambahkan, dipilihnya ketiga produk makanan ringan tersebut untuk dipamerkan di Bengkulu, karena ketiganya dipandang dapat mewakili ciri khas daerah Kota Palu dan Provinsi Sulteng secara umum. Ia menerangkan, hal ini karena ketiga produk tersebut dibuat menggunakan bahan dasar yang sederhana dan mudah untuk didapatkan di Kota Palu. Yakni tomat, lamale, dan daun kelor.

“Produk ini sudah dikembangkan di MTsN 2 Kota Palu sejak tahun 2016,” kata Rosdiana.

Khusus untuk solanum (tomat) rasa kurma, Rosdiana menyebutkan menjadi salah satu produk unggulan karena keunikannya. Yakni bagaimana tomat yang diolah menjadi sebuah penganan yang memiliki rasa mirip buah kurma.

Ia menjelaskan, bahan pembuatannya di antaranya yakni tomat, gula dan kapur. Cara membuatnya, pertama-tama tomat dibelah untuk dikeluarkan isi cairannya. Selanjutnya direndam di dalam air kapur selama beberapa jam untuk memadatkan buah tomat tersebut. Tomat yang sudah direndam kemudian dicuci bersih lalu dimasak dengan gula selama beberapa jam lagi. Setelahnya diangin-anginkan dengan suhu normal.

“Kalau proses memasaknya dengan gula sampai 5 jam, hasilnya akan bisa bertahan paling lama hingga 4 bulan. Produk ini akan kita coba kenalkan secara nasional melalui pameran KSM di Bengkulu,” pungkas Rosdiana.

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.