Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

3.880 Pemilih Dicoret dalam DPT, DPTHP Palu ditetapkan 218.491 Jiwa.

0 253

PALU EKPSRES, PALU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu mencoret sedikitnya 3.880 pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. 3.880 pemilih tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) setelah melalui proses pencermatan dan penyempurnaan tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK).

KPU Palu juga kembali menambah sedikitnya 239 pemilih baru untuk dimasukkan dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP). Penyempurnaan DPT ke DPTHP dilakukan untuk menindaklanjuti surat edaran KPU RI nomor 1033/PL.01.2/SD/KPU/9/2019 tanggal 7 September 2018.

Surat edaran KPU RI tersebut untuk menindaklanjuti rekomendasi  Bawaslu terkait adanya pemilih ganda dalam DPT yang sebelumnya telah ditetapkan. Untuk DPT Palu sendiri, Bawaslu merekomendasikan sedikitnya 8.506 pemilih yang ditengarai ganda.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi DPTHP dilaksanakan, Rabu malam 12 September 2018 di Hotel Sutan Raja Palu. Seluruh Ketua Pemilihan Kecamatan (PPK) membacakan satu-persatu hasil pencermatan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi DPTHP itu, KPU Palu akhirnya menetapkan DPTHP sebanyak 218.491 jiwa. Terjadi pengurangan pemilih sebanyak 3.641 dari jumlah pemilih dalam DPT yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 222.132 jiwa.

Karena meskipun menetapkan pemilih TMS sebanyak 3.880, namun terdapat tambahan pemilih baru sebanyak 239 jiwa.

Divisi Teknis dan Data KPU Palu, Iskandar Lembah menjelaskan, pemilih TMS sesuai hasil pencermatan terjadi karena beberapa sebab. Pertama adanya pemilih ganda yang terdata sebagai pemilih pada dua wilayah berbeda.

Kemudian ada pemilih yang telah meninggal dunia serta pindah alamat. Termasuk salah satunya ada pemilih yang masih tercatat aktif sebagai anggota kepolisian.

Sementara itu, Ketua KPU Palu Agus Salim Wahid mengapresiasi semua pihak yang telah bersama melakukan pencermatan DPT tersebut.

Menurutnya tahapan Pemilu yang paling panjang adalah terkait DPT. Yaitu sampai 17 April 2019. Masalah DPT kata dia memang telah menjadi masalah klasik dan strategis dari Pemilu ke Pemilu.

(mdi/palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.