Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Hadapi Perubahan Dengan Inovasi

101

CENDERAMATA – Gubernur Sulteng dan Renald Kasali bertukar cenderamata pada Bintek ASN Senin 25 Juli 2016.(HUMAS PEMPROV)

PALU, PE – Perubahan merupakan sebuah kepastian, yang terjadi di sepanjang sejarah manusia. Perubahan merupakan akan terus berjalan, dan nantinya akan terus lahir manusia-manusia penghasil perubahan, serta mengubah sebuah keadaan dengan perubahan yang dibawanya. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, saat memberikan paparan motivasi, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2016, yang diadakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, di Hotel Mercure, Senin 25 Juli 2016 kemarin.

Salah satu contoh yang disampaikan oleh Rhenald, yaitu perubahan istilah dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), harus dibarengi dengan perubahan orientasi. “ASN beda dengan PNS biasa, tidak lagi berorientasi pada atasan, tapi sudah harus berorientasi pada pelayanan publik,” kata Rhenald, yang juga pendiri Rumah Perubahan ini.

Lebih lanjut, Rhenald menyampaikan, dalam menghadapi sebuah perubahan, dibutuhkan inovasi agar dapat bertahan dari perubahan tersebut. Ia mencontohkan perusahaan ponsel terkenal Nokia, yang sempat sangat berjaya, tiba-tiba kolaps tak berdaya menghadapi serbuan seorang Steve Jobs dengan produk ponsel pintarnya, hanya karena Nokia menolak untuk turut berubah.

Menurutnya, dalam merespons sebuah perubahan, diperlukan cara berpikir yang baru, agar tidak ketinggalan dan kalah cepat dari perubahan yang terjadi. “Inovasi merupakan gambaran dari hasil kerja seseorang, dan inovasi adalah indikator sebuah kemajuan pencapaian. Jika tidak ada inovasi, berarti tidak ada kerja,” katanya.

Salah satu contoh inovasi, yang dapat dijadikan contoh, menurut Rhenald ialah inovasi kolam replikasi teknologi supra intensif, yang merupakan penemuan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo, MP, yang berada di Kelurahan Mamboro.
“Kolam tersebut dapat menghasilkan udang lima kali lipat lebih banyak dari kolam biasa, ini contoh dari inovasi yang luar biasa,” puji Rhenald. Selain motivasi, Rhenald juga menambahkan, mental seseorang sangat berpengaruh penting dalam dunia pekerjaan. Menurutnya, mental yang baik akan menentukan kesuksesan di masa yang akan datang.

“Menjadi pintar saja tidak cukup, butuh keberanian dalam mengambil tindakan, maka dari itu, atasan yang baik, adalah atasan yang membangun mental dan percaya diri para bawahannya,” jelasnya. Bimtek yang diadakan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng ini, dihadiri oleh ratusan peserta, yang terdiri dari unsur pimpinan Pemerintah Provinsi Sulteng, unsur pimpinan DPRD Provinsi Sulteng, FORKOMPINDA Provinsi Sulteng, beberapa Bupati/Walikota  di Sulteng, pimpinan SKPD lingkup Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota se-Sulteng, pejabat eselon III dan IV lingkup DKP Sulteng, serta perwakilan dari KADIN, Perbankan, tokoh masyarakat, pemuda dan wanita, dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP, menekankan kepada seluruh peserta yang hadir, agar dapat mengambil manfaat dari hadirnya Prof. Rhenald Kasali sebagai pembicara. “Saya harap, kehadiran beliau dapat memberi manfaat yang banyak, dalam upaya kita meningkatkan kapasitas ASN,” kata Hasanuddin. (mg01)

Komentar ditutup