Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Keberadaan Bidan Sangat Krusial di Setiap Fase Kehidupan

0 100

PALU, EKSPRES, PALU – Keberadaan bidan dipandang sebagai salah satu tenaga kesehatan strategis, yang diharapkan dapat mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menuju masyarakat yang sehat dan mandiri, melalui pelaksanaan tugas dan kewenangannya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

Pandangan ini disampaikan Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola, pada puncak peringatan HUT ke-67 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat Provinsi Sulteng, di salah satu hotel di Kota Palu, Sabtu 25 Agustus 2018.

“Tugas bidan sudah dimulai sejak dalam kandungan sampai usia lanjut. Artinya, semua bidan keberadaannya sangat krusial, dalam memberikan pelayanan kesehatan pada setiap fase kehidupan, terutama perempuan, baik di kota hingga di pelosok daerah yang masih sangat terbatas jumlah sarana dan tenaga kesehatan yang ada,” kata Gubernur.

Gubernur menekankan, eksistensi IBI yang telah berusia 67 tahun, telah berkontribusi pada kegiatan-kegiatan pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Dijelaskannya, pembangunan di bidang kesehatan diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia, serta kualitas kehidupan. Yang ditandai dengan meningkatnya umur harapan hidup dan menurunnya angka kematian ibu dan bayi.

Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergitas antara semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat hingga pihak swasta, termasuk peran aktif dari IBI. Gubernur menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada IBI Sulteng, yang dipandang telah proaktif dalam menyukseskan agenda-agenda pembangunan kesehatan di provinsi dan kabupaten/kota.

“IBI diharapkan lebih proaktif dalam mempersiapkan bidan-bidan professional yang beretika, melalui pelatihan-pelatihan, seminar dan workshop serta harus mementingkan kepentingan masyarakat umum,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 265 bidan diambil sumpah profesinya oleh Ketua Pengurus Daerah IBI Sulteng, Mardiani Mangun. Para bidan yang diambil sumpahnya tersebut, merupakan bidan alumni dari beberapa akademi kesehatan yang ada di Sulteng dan juga alumni Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Mardiani Mangun menyebutkan, dasar pengambilan sumpah profesi bidan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 46 tahun 2013, yang menerangkan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

“Salah satu persyaratan untuk pengusulan STR tersebut adalah sumpah profesi. Sumpah profesi merupakan perpanjangan dari sumpah tenaga kesehatan,” imbuh Mardiani.

Ia juga menegaskan, IBI sebagai satu-satunya wadah organisasi profesi bidan, baik lulusan D1 hingga S3 Kebidanan, terus berupaya untuk bekerja dengan ikhlas tanpa tanda saja, yakni melayani dengan kasih sayang dan cinta kasih.

Ketua Panitia HUT ke-67 IBI, Asna Beatrix menguraikan, rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-67 IBI telah dimulai sejak bulan Maret 2018 lalu. Dimulai dengan melaksanakan anjangsana ke para sesepuh IBI pada 3 Maret 2018, lalu dilanjutkan dengan bakti sosial pada 21 April 2018 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Kabupaten dan Kota.

“Beberapa kegiatan bakti sosial pemeriksaan IVA, pelayanan KB MPJK, imunisasi dan pemeriksaan ibu hamil dan balita,” jelas Asna.

Selain itu, turut digelar seminar tentang peran tenaga kesehatan dalam peningkatan konsumsi energi dan zat gizi ibu hamil serta laktasi, pada 28 April 2018, dan seminar nasional tentang bidan sebagai garda terdepan mengawal kesehatan maternal neonatal melalui Germas dan pelayanan berkualitas, yang dirangkaikan dengan puncak peringatan HUT ke-67 IBI pada 25 Agustus 2018.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.