Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Gubernur: Peran Alumni Faperta Sangat Dibutuhkan

Sinergitas Pendidikan dan Pasar Kerja

0 138

PALU EKSPRES, PALU– Sejak berdiri selama hampir empat dekade, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad) dinilai telah melahirkan para alumni yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa, baik nasional maupun daerah. Hal ini disampaikan Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola saat memberikan sambutan pada pembukaan Reuni Akbar dan Career Day Fakultas Pertanian Untad 2018, di Auditorium Utama Untad, Jumat 24 Agustus 2018.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menekankan bahwa tantangan saat ini yang terjadi di berbagai negara berkembang, adalah bagaimana lulusan perguruan tinggi, dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengatasi masalah pembangunan, baik di tingkat nasional bahkan hingga global. Olehnya, perguruan tinggi dan alumninya diminta sigap dan adaptif dalam menghadapi perubahan-perubahan global.
Tantangan yang lebih besar menurut Gubernur, adalah bagaimana menyiapkan alumni yang berkualitas untuk menyambut pasar kerja profesional. Alumni Fakultas Pertanian Untad dipandang sangat dibutuhkan, dalam berperan untuk memandu sinergitas, antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. “Di sinilah peran alumni menjadi sangat vital. Ia menjadi mitra handal dalam mengarahkan alumni-alumni yang baru, untuk sigap memasuki dunia kerja dan bahkan menjadi mitra penyedia lapangan kerja,” kata Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan, bahwa pemerintah berharap, perguruan tinggi dapat mencetak lulusan yang berorientasi entrepeneur. Untuk menjawab tantangan tersebut, perguruan tinggi perlu meningkatkan jejaring dengan dunia industri, dalam menyusun kurikulum yang terkait masalah keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Ditegaskannya, perguruan tinggi perlu memastikan apa yang menjadi kebutuhan pasar, lalu mencetak alumni-alumni yang kredibel. “Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan nyambung dengan pasar kerja. Networking dengan user alumni perlu ditingkatkan, karena dunia industrilah yang akan menggunakan lulusan perguruan tinggi tersebut. Perlu diingat, bahwa pemerintah dan sektor swasta sebagai end user alumni, lebih terfokus pada kualitas kompetensi alumni, bukan strata lulusan atau gelar,” jelasnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Trie Iriani Lamakampali menerangkan, Reuni Akbar Alumni Faperta Untad 2018 digelar selama dua hari, dengan berbagai rangkaian kegiatan, yakni career day, penghijauan dan bina desa, gerak jalan santai dan senam bersama, tatap muka bersama pengurus pusat IKA Untad dan pengurus IKA Faperta Untad, serta kegiatan sosial berupa pemberian bantuan pengembangan sarana prasarana lapangan olahraga, dan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.
Trie menjelaskan, tujuan Reuni Akbar tersebut adalah menyambung, menjalin dan mempererat kembali tali silaturahmi antar alumni beserta keluarga dan almamater. Selain itu, juga menjadi tempat pertukaran informasi dan berbagi pengalaman, permasalahan, karir, dan dunia kerja dari sesama alumni. “Juga membuka jalur peran serta alumni, bagi perkembangan Fakultas Pertanian Untad,” ujarnya.

(abr/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.