Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kemenag Kota Palu Berkurban 16 Sapi

0 902

PALU EKSPRES, PALU – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu pada momen Idul Adha 1439 H/2018 M berkesempatan berkurban sebanyak 16 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
Kepala Kantor Kemenag Kota Palu, H. Ma’sum Rumi menyebutkan, hewan-hewan kurban tersebut berasal dari patungan para ASN, penyuluh, penghulu, serta pegawai di KUA se-Kota Palu.

“Seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kota Palu diajak untuk memiliki jiwa berkurban, paling tidak mensyukuri nikmat harta yang Allah berikan, dengan mengedepankan kepedulian kepada sesama. Momen Idul Adha dijadikan oleh seluruh ASN di Kemenag Kota Palu, untuk menyisihkan sebagian rezekinya lewat berkurban,” jelas Ma’sum, kepada Palu Ekspres di ruang kerjanya, Kamis 23 Agustus 2018.

Ma’sum menjelaskan, 16 ekor sapi tersebut masing-masing dibagikan ke tiap KUA di Kota Palu, yakni KUA Palu Barat 2 ekor, KUA Palu Timur 2 ekor, KUA Palu Selatan 2 ekor dan KUA Palu Utara 1 ekor, serta 1 ekor lainnya diserahkan ke salah satu Pondok Pesantren di Kota Palu. Sisanya, dilakukan pemotongan di Kantor Kemenag Kota Palu.

Terkait pembagian daging kurban, Ma’sum menjelaskan, tiap ASN baik di Kantor Kemenag maupun di tiap KUA bersama penyuluh dan penghulu, diberikan 5 lembar kupon untuk dibagikan kepada keluarga, saudara serta tetangga masing-masing yang dianggap kurang mampu.

“Kecuali yang hewan kurbannya diserahkan ke Pondok Pesantren, kita serahkan kepada mereka yang mengelola seperti apa pembagiannya,” imbuhnya.

Selain itu, pelaksanaan kurban juga digelar di beberapa Madrasah. Ma’sum menyebutkan, antara lain di MAN 1 Kota Palu 4 ekor sapi, MAN 2 Kota Palu 5 ekor sapi, MIN 1 Kota Palu 4 ekor sapi, MTsN 4 Kota Palu 1 ekor sapi, dan di MAN IC Kota Palu 3 ekor sapid an 5 ekor kambing.

“Sehingga keseluruhan di lingkungan Kemenag Kota Palu mencapai 33 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Untuk Madrasah yang lainnya kami masih menunggu laporan,” ujarnya.Secara umum Ma’sum mengimbau kepada masyarakat Kota Palu, untuk dapat meningkatkan kesadaran melaksanakan kurban. Menurutnya, pelaksanaan kurban yang hanya dilaksanakan sekali setiap tahun, hendaknya mampu ditunaikan.

“Kita melihat bagaimana masyarakat dengan penghasilan pas-pasan seperti kusir dokar, penarik becak atau pemulung itu bisa berkurban. Lalu bagaimana kita orang-orang yang memiliki kemampuan, yang berpenghasilan sebulan berjuta-juta, untuk juga memiliki kesadaran berkurban. Dapat dilakukan dengan menyisipkan penghasilannya mungkin setiap bulan, maka itu bisa terpenuhi,” tuturnya.

Ia menekankan, dengan menggerakkan hati untuk berkurban, maka hal tersebut tidak akan menghabiskan harta yang dimiliki, melainkan akan bertambah sesuai dengan tuntunan agama Islam.

“Yakinkan bahwa dengan berkurban, Allah SWT akan mengganti dengan yang lebih baik dari yang kita kurbankan,” pungkasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.