Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pemuda harus Mengambil Inisiatif. Jangan Apatis

Bincang Akrab Bersama Tokoh Pemuda Ilyas Umala

0 226

DISKURSUS tentang kepemimpinan pemuda terus berlangsung sepanjang waktu. Ini karena kepemimpinannya memang selalu dinanti. Tampilnya pemuda adalah jawaban terhadap kualitas kepemimpinan di berbagai level masyarakat yang terus disorot. Kepemimpinan pemuda adalah keniscayaan sebagaimana deklarasi spirit pemuda pada 1928. Nah momentum pemilu legislatif 2019 adalah salah satu pintu masuk pemuda menunjukkan kemampuannya. Ilyas Umala anggota KPU Donggala mengulas panjang lebar, tentang apa dan bagaimana peran yang harus diambil serta kualitas seperti apa yang disiapkan pemuda. Dengan demikian jika kelak kuasa dalam genggaman – mereka tak sekadar menjadi penggembira atau bahkan larut di dalamnya. Keberadaan mereka diharapkan mampu membawa mengemban peran yang substansif.

****
Kepemimpinan pemuda selalu menjadi diskursus di setiap waktu. Di momen pemilu legislatif dan pilkada ini diskusi kepemimpinan pemuda kembali menghiasi wacana. Bagaimana Anda melihat ini?
Ini sebagai sesuatu yang positif dan memang seharusnya seperti itu. Pemuda harus mengambil inisiatif dan peran di masyarakat. Jangan apatis.

Oke tapi konkretnya seperti apa. Apakah pemuda sudah cukup siap untuk menjalankan amanah kepemimpinan?
Ya pasti siaplah. Jika tidak siap, maka tidak ada deklarasi sumpah pemuda yang dicetuskan 90 tahun silam. Dari situ sudah ada kesadaran bahwa kepemimpinan pemuda bukan hanya perlu tapi keniscayaan sejarah. Tapi begini, saya mau bilang bahwa berbicara kepemimpinan pemuda tidak bisa dilihat dalam konteks formalitas atau ruang yang sempit. Misalnya, menjadi anggota dewan atau memimpin sebuah unit kerja di pemerintahan. Atau menjadi walikota, gubernur atau jabatan publik. Kepemimpinan pemuda yang saya maksud adalah, bagaimana pemuda dengan gagasan dan ide mampu menjadi dinamisator di tengah masyarakat. Ia bisa menjadi penggerak masyarakat dari kemujudan berfikir dan bertindak. Saya memahami kepemimpinan pemuda sampai sejauh itu.

Tapi terminologi kepemimpinan pemuda sepertinya sudah terbentuk seperti menjadi anggota dewan atau kepemimpinan formal?
Nah itu yang salah. Menurut saya itu keliru. Kepemimpinan pemuda tak hanya di jalur formal. Pemuda harus di tengah masyarakat. Mereka menjadi agent of change bagi warga di sekitarnya. Itulah substansi kepemimpinan pemuda menurut saya.

Tapi adakah pemuda yang seperti itu hari ini?
Oh banyak. Tapi memang mereka tidak terpantau media saja. Saya salut terhadap sosok pemuda yang semacam ini. Menghabiskan masa produktifnya bersama masyarakat. Memberikan sumbangan ide dan gagasannya, berbaur bersama. Itu sangat bagus tidak saja bagi masyarakat namun bagi pemuda itu sendiri.
Saat ini eufhoria kepemimpinan pemuda seperti kembali menemukan momentumnya. Munculnya Sandiaga Uno sosok pemuda sukses sepertinya sedang menjadi rule models bagi generasi muda kita hari ini?
Iya ya..hahahaa..sosok Sandiaga memang sedang menjadi trend. Ini karena jejak beliau sebagai enterprenur yang sukses lalu sukses memimpin organisasi profesi dan sukses menjadi pemimpin politik. Ini capaian yang luarbiasa di usianya yang masih sangat muda. Baguslah jika pemuda meniru succses story beliau.

Maksudnya meniru sesukses Sandiaga Uno?
Hahahahhahaaa….bukan harus se sukses beliau. Karena kemampuan dan nasib baik setiap orang kan berbeda. Tapi maksud saya, kita bisa meniru semangat juang dan motivasi terhadap gagasan dan ide yang sedang diperjuangkan. Jika konsisten terhadap apa yang sedang diperjuangkan – maka nasib baik akan bisa diraih. Daripada kita kumpul berjam-jam namun tidak menghasilkan apa-apa. Selain cerita yang tak jelas juntrungannya.

Maksudnya seperti kumpul-kumpul di Warkop?
Saya tidak bilang bahwa kumpul-kumpul di warkop itu tidak bagus. Itu juga kan bagian dari silaturahmi. Tapi maksud saya begini, pemuda khususnya adik-adik saya gunakanlah waktu untuk sesuatu yang bisa memberi nilai tambah terhadap diri Anda syukur-syukur kepada orang lain. Itu jauh lebih baik daripada kumpul, cerita lalu melakukan hal-hal yang kontraproduktif.
Salah satu tuntutan kepemimpinan pemuda, karena dinilai lebih energik, lebih punya gagasan dan punya semangat pantang menyerah.

Tapi bagaimana soal integritas?
Saya termasuk yang tidak meragukan soal integritas pemuda. Jika kita terus meragukan pemuda lantas bagaimana bisa mereka mendapat kesempatan memegang posisisi strategis padahal mereka mampu
Iya contohnya, saat pemuda diberi kesempatan memimpin, mereka justru amoral.

Terlibat korupsi. Bahkan menjadi pioner yang mendesain perbuatan tercela itu?
Saya paham maksud Anda. dan siapa yang dimaksud. Tapi begini jangan ini digeneralisir seolah itu adalah gambaran pemuda umumnya. Masih banyak pemuda yang baik. Punya kemampuan managerial yang bagus, kredibel dan punya integritas yang mumpuni. Mestinya mereka juga harus dihargai dan jangan luput dari liputan media. Dengan demikian tidak hanya segelintir yang rusak itu yang menjadi barometer pemuda di Indonesia yang jumlahnya puluhan juta.

Dalam konteks pemuda di Sulawesi Tengah seperti apa?
Ya baguslah. Pemuda di daerah ini sudah banyak yang memberi kontribusi positif terhadap diri dan lingkungannya. Tapi tidak dimungkiri – ada satu atau dua orang yang tidak sejalan dengan komitmen moral yang mengikatnya. Tapi itu jangan dijadikan tolok ukur seolah semua pemuda brengsek.

Terakhir, apa pesan Anda kepada pemuda yang mencoba peruntungan politiknya sebagai calon legislator di Pemilu 2019?
Saya menyambut baik ikhtiar politik yang mereka tempuh. Terus terang saja dalam usia yang relatif muda bersedia menanggung beban berat memikul amanat wakil rakyat di parlemen. Dan itu tidak gampang. Tidak ada pesan khusus mereka tentunya sudah membekali dirinya dengan pengetahuan yang baik. Tapi pesan saya, ini medan politik. Banyak tikungan dan jebakan alias wilayah abu-abu yang harus dihadapi dengan ekstra hati-hati. Sudah banyak contohnya korbannya. Modal awalnya adalah integritas. Jika ini bisa genuine dalam diri pemuda maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Maju terus dan berbuatlah yang terbaik untuk warga dan konstituen Anda.

(yardin/palu ekspres)

Data Diri
Nama: Ilyas Umala
TTL: Ampana, 21 Juli 1973
Jabatan organisasi: Wakil Ketua KNPI 2011 – 2014
Pekerjaan: Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum KPU Donggala, 2014 – 2019

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.