Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Antara Supra Intensif Udang Vanamae dan Peralihan Peradaban (Shifting)

0 607

Oleh: Anita Anggriany Amier, Sulteng

2015, TIGA tahun lalu, kami pernah mengikuti panen perdana tambak udang Vanamae Supra Intensif milik Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah di Mamboro, Sulawesi Tengah. Panen itu dilaksanakan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola.

Teknologi budidaya udang Supra intensif ini adalah hasil penemuan Dr Hasanuddin Atjo, Kadis KP Sulteng yang telah membuktikan hipotesisnya saat beliau mengambil program doktoralnya di bidang perikanan di Universitas Hasanuddin tahun 2004 silam.

Hipotesis dalam disertasinya; bila mampu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi udang Vanamae dalam proses budidaya, maka produktifitasnya dapat naik berkali lipat.

Ada 2 hal yg dilakukan untuk tujuan itu (1) secara mekanis memisahkan limbah organik dengan media budidaya melalui central drain model matahari, (2) menggunakan kincir dan blower (mesin gelembung udara) agar lingkungan dapat homogen secara vertikal dan horisontal.

Dengan demikian udang akan terdistribusi merata dalam kolom air. Makanya tidak heran kalau produktivitasnya capai 150 ton/ha/ 4 bulan dibanding dengan teknologi konvesional hanya 0.5 ton/ha/4 bulan. Selain itu teknologi supra tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan lahan yang luas. Namun saat itu, teknologi canggih ini berbarengan pula dengan biaya investasi yang tinggi untuk membuat konstruksi beton yang jauh dari jangkauan petani tambak kebanyakan. Bahkan pengusaha perikanan sekalipun. Seperti Menara Gading.

Siapa nyana, 2 tahun terakhir dunia berubah begitu cepat. Peralihan perubahan gaya hidup manusia dari produk menjadi platform tak terelakkan. Pakar ekonomi Indonesia Rhenald Kasali dalam bukunya Diruption (2017) menuliskan bahwa perubahan atau peralihan yang terjadi bahkan diruption, merusak, menghancurkan tatanan yang berpuluh tahun hidup. Ini disebabkan inovasi teknologi yang berkembang pesat bak meteor.
Kita mengalami perubahan peradaban, dari peradaban Industri menjadi peradaban digital. Dunia dalam genggaman. Berita tak lagi diakses melalui koran, berita bertebaran di internet melalui gadget, tak perlu kertas, tinta dan plat. Cukup smartphone, PC, tablet, orangpun mendapat informasi, berita. Toko-toko berpindah tempat. Dari dunia nyata ke dunia maya. Membeli segala urusan mulai dapur sampai kamar mandipun bisa melalui internet.

Rhenald Kasali, dalam buku series Diruptionnya The Great Shifting membahasakan peralihan gaya hidup manusia di dunia ini ibarat peristiwa alam semesta, runtuhnya tanah dimana tempat kita berpijak, tak ada lagi jalan pulang yang sama. Hanya ada 2 pilihan berpindah atau bertahan. Konsekuensi bertahan, adalah kita runtuh bersama tanah. Atau kita membuka jalan baru.

2018. Pengembangan teknologi Supra intensif Udang Vanamae pun menjadi realitas kekinian yang tak terbantahkan. Teknologinya yang sophisticated tahun 2012-2015 menjadi hal yang lumrah di tahun 2018. Ini seperti jalan pulang baru yang dibuat Dr Atjo sebelum peradaban benar benar runtuh seperti kata Rhenald Kasali. Apalagi ada perubahan dalam investasi membangun kolam supra dari beton ke plastik dalam skala yang lebih kecil dan lebih murah.

Supra intensif Udang Vanamae adalah proses shifting (peralihan) yang telah dilakukan DR Atjo sejak 6 tahun silam. Ketika banyak orang belum menyadari akan adanya perubahan peradaban.  Tahun 2018, banyak pola-pola lama berguguran jatuh tak mampu bertahan dan melakukan peralihan.

Teringat bagaimana diawal tahun 1999 ketika gadget menjadi barang mewah dimana harga pulsa bulanannya bisa jutaan rupiah. Kini, gadget pun menjadi murah. Orang bisa berkomunikasi, mengirim pesan dengan pulsa 1.000 rupiah.

Itu pula yang akan terjadi pada Supra intensif Udang Vanamae yang dikembangkan DKP Sulteng. Menjadi jalan masuk bagi peralihan beradaban pengembangan kebutuhan udang di Indonesia bahkan di dunia. Dan mereka yang telah memulai jauh sebelum shifting, maka merekalah yang berjaya hari ini. Wallahu alam.

(Pemred Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.