Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pelayanan Keliling, Dukcapil Palu Sasar Dusun Wana.

0 152

PALU EKSPRES, PALU– Program pelayanan keliling dokumen kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu akan bergerak pada salah satu dusun terisolasi di Kota Palu.

Dusun itu bernama Dusun Wana di Kelurahan Tippo Kecamatan Ulujadi. Dusun yang dihuni sekitar 52 kepala keluarga ini cukup terisolasi. Karena hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua yang dimodifikasi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Dukcapil Palu, Rifani Pakamundi melalui Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Alfrin Magdalena menjelaskan, di dusun itu pihaknya akan melayani dokumen penduduk berupa e KTP kartu keluarga, akta nikah dan akte kelahiran.

Sejauh ini menurut dia, sudah terdapat 23 kepala keluarga yang akan terlayani dokumen tersebut.

“Kami layani bertahap. Mulai dari kartu keluarga, akte nikah, KTP dan akte kelahiran,”jelas Alfrin, Jumat 10 Agustus 2018.

Pelayanan itu kata Alfrin adalah tindaklanjut dari laporan Wahana Visi Indonesia (WVI). Penduduk di dusun yang mayoritas nasrani itu menurutnya kebetulan memang menjadi pendampingan WVI dan Gereja Bala Keselamatan Palu.

“Kami tindaklanjuti untuk selanjutnya nanti kita serahkan secara langsung kepada penduduk disana,”ujarnya.

Penyerahan dokumen rencananya sebut Alfrin, dilakukan pada September bulan depan. Awalnya rencana penyerahan dilakukan 15 Agustus 2018. 

“Rencana awal memang 15 Agustus. Tapi hanya untuk dokumen akte nikah dan kelahiran. Kami tunda ke September, karena kami ingin melengkapi semua jenis dokumen kependudukan,”tandasnya.

Sebelumnya awal tahun 2018 pihaknya juga melakukan pelayanan keliling di Dusun Salena. Di Dusun ini pihaknya melayani akte kelahiran bagi kurang lebih 100 kepala keluarga.

Sementara itu, Dicki dari WVI menjelaskan, Dusun Wana termasuk daerah terisolasi. Pendidikannya mayoritas nasrani dan berprofesi petani.

“Kalau jalan kaki bisa sampai dua jam dari lokasi terakhir yang bisa ditempuh roda empat, yakni di Dusun Salena,”katanya.

Di Dusun itu juga menurutnya belum tersentuh aliran listrik. Namun penduduk disana tinggal menetap dalam satu permukiman.”Jadi memang mereka kesulitan akses meski hanya sekedar mengurus administrasi kependudukan,”jelas Dicki.

Dokumen kependudukan itu kata dia cukup penting dimiliki untuk warga yang mayoritas Suku Kaili Da,a di sana. Agar kedepan penduduk dusun itu bisa tersentuh program sosial pemerintah.

“Karena pengalaman yang ada, mereka sering terlewati bantuan sosial hanya karena terkendala dokumen kependudukan itu,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.