Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Korban H Diduga Objek Pelampiasan Nafsu Pelaku, Diduga Kakak Kandung Korban Mengetahuinya

0 4.977

PALU EKSPRES, PALU– Tete Jago,  pelaku penculik warga Dusun Penyapu Desa Galumpang Kecamatan Dakopamean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, ternyata dikenal sebagai dukun kampung di tempatnya. Yaitu di Desa Bajugan Kecamatan Galang.

Dalam praktek dukunnya, pelaku cukup terkenal melayani pengobatan tradisional. Pelaku bahkan dikenal mampu melayani pengobatan spiritual. Hingga menjadi tempat konsultasi warga yang mengalami masalah rumah tangga atau percintaan.

“Tete Jago ini dikenal pintar ba obat obat. Misalnya masalah rumah tangga. Bisa juga katanya ba obat enteng jodoh,”ungkap Eko, warga Desa Galumpang Kecamatan Dakopamean kepada Palu Ekspres.

Karena itu menurut Eko, korban diduga kuat telah terpengaruh praktek dukun Tete Jago hingga tak berdaya dan menuruti seluruh perintahnya.

“Anehnya kan korban tidak berdaya selama belasan tahun disembunyikan. Meski hanya sekedar melapor ke warga lainnya,”tandas Eko.

Sementara itu warga lainnya bernama Sugeng, membeberkan Tete Jago sebenarnya masih terikat keluarga dengan korban.Karena kakak korban merupakan menantu dari pelaku.

“Anak laki-laki pelaku ini adalah suami dari kakak korban sendiri,”bebernya.

Menurut Sugeng yang sehari-hari mengaku berkebun tak jauh dari lokasi penyembunyian korban, pelaku dilaporkan memperdayai korban dengan janji akan dinikahkan dengan jin sahabat pelaku.

Termasuk memperdayai korban, tentang adanya jin yang selalu mengawasi korban di gua tempatnya bersembunyi.

“Korban ini sudah seperti dicuci otaknya. Jadi takut lari dan takut kalau bertemu orang karena diawasi jin,”sebut Sugeng.

Masih menurut Sugeng, penculikan korban sebenarnya diketahui oleh kelurga dekat pelaku. Istri dan anaknya termasuk kakak korban sendiri. Istri pelaku sendiri bahkan masih satu rumah dengan pelaku. Sedangkan menantu korban tinggal tak berjauhan dengan rumah pelaku.

Hanya saja keluarga pelaku menurutnya sangat tertutup dengan aksi pelaku. Karena pelaku dilaporkan selalu mengancam akan membunuh siapa saja yang membocorkan rahasia itu.

Lokasi penyembunyian korban pun menurutnya bahkan diketahui oleh kakak kandung korban yang tak lain menantu pelaku. Satu-satunya yang tidak mengetahui aksi pelaku adalah ayah korban. Sementara ibu korban kata dia sudah lama meninggal dunia.

“Sebenarnya kalau saya tidak anggap ini penculikan. Tapi sengaja disembunyikan pelaku,”katanya.

Awal terbongkarnya aksi pelaku kata dia karena terjadi percekcokan antara pelaku dan kakak korban di rumah pelaku. Tepatnya malam sebelum korban ditemukan. Keduanya bertengkar dan saling memaki.

Dalam pertengkaran itu kakak korban keceplosan mengancam akan melaporkan ke polisi prihal penyekapan adiknya.

“Nah dari situ ada tetangga yang mendengarnya. Lalu melapor ke polisi,”sebutnya.

Sugeng kemudian berbagi sedikit cerita yang beredar mengenai kronologis awal pelaku menyembunyikan korban. Sekitar tahun 2003 silam, pelaku memberi tahu orang tua korban bahwa pelaku melihat korban telah berangkat ke Jakarta untuk mencari kerja.

Bahkan untuk meyakinkan orang tua korban, awalnya pelaku sering membawa bahan sembako kepada orang tua korban dan menyatakan sembako itu adalah kiriman korban atas hasil pekerjaannya diperantauan.

Seiring berjalannya waktu, pelaku mengakui tidak lagi mengetahui keberadaan korban. Hingga orang tua korban akhirnya pasrah

“Padahal semua itu hanya rekayasa pelaku,”pungkasnya.

(mdi/palu ekspres).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: