Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Taruna SMKN 7 Palu Dilepas Ikut BST di Makassar

0 215

PALU EKSPRES, PALU – Sebanyak 30 taruna dan taruni SMK Negeri 7 Palu dilepas secara resmi, untuk mengikuti Basic Safety Training (BST), bertempat di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Jumat 3 Agustus 2018.

Para taruna dan taruni tersebut akan mengikuti BST pada 6-17 Agustus 2018 di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.

Dari total 30 taruna dan taruni SMKN 7 yang akan berangkat, 4 orang di antaranya merupakan taruna yang berasal dari program Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) 1.000 Anak Harapan Bangsa (AHB) di Sulteng.

Bunda GKS 1.000 AHB Sulteng, Hj. Zalzulmida A. Djanggola, yang diwakili salah seorang Pimpinan GKS 1.000 AHB Sulteng, Alimuddin Paada menerangkan, kegiatan BST yang diikuti oleh taruna SMKN 7 Palu merupakan bagian dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) SMKN 7 Palu.

“Ini merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak, karena sertifikasi keahlian ini sangat dibutuhkan dalam mengarungi dunia kerja,” kata Alimuddin.

Potensi besar yang dimiliki oleh SMK di bidang Kelautan dan Perikanan lanjutnya, perlu dikembangkan sehingga daerah bisa mendapatkan tenaga-tenaga terampil. Menurutnya, dengan memiliki sertifikasi tersebut, akan meningkatkan kompetensi dan daya saing sekolah yang menjadi pilot project SMK Unggulan di Sulteng tersebut. Serta dapat meningkatkan daya jual SDM SMK di bursa kerja, baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

“Sehingga lulusan SMK nantinya, tidak akan menjadi penganggur terdidik tetapi menjadi pionir tenaga kerja di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo menjelaskan, pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng mendesain sebuah dukungan kepada SMKN 7 Palu sebagai persiapan menuju sekolah unggulan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah memfasilitasi para tarunanya untuk mengikuti BST, karena sertifikasi keselamatan menjadi salah satu syarat utama untuk menjadi seorang pelaut.

“Yang namanya menjadi pelaut harus memiliki minimal dua sertifikat, yakni sertifikat keselamatan dan sertifikat terkait dengan keahlian membawa kapal atau ahli nautika. Karena di laut ini tantangannya luar biasa,” jelas Hasanuddin Atjo.

Ke depan kata Hasanuddin, dukungan tersebut akan terus dikembangkan, apalagi program yang ada saat ini dinilainya telah menarik minat masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah peserta praktek kerja industri (prakerin) SMK di Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng.

Peningkatan kompetensi para taruna SMKN 7 Palu, lanjut Hasanuddin, merupakan bagian dari menghadapi tantangan Pembangunan Jangka Panjang (PJP) Nasional, yang pada tahun 2019-2025 akan berfokus pada pembangunan SDM.

“Tentunya inilah tantangan bagaimana arah kebijakan nanti mendatangkan sebuah peluang,” imbuhnya.

Kemudian secara khusus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, H. Irwan Lahace berpesan kepada para taruna SMKN 7 Palu yang akan mengikuti BST, untuk dapat fokus sehingga pulang mendapatkan hasil yang diinginkan.

Menurutnya, para peserta harus tutur memperhatikan hal-hal nonteknis atau non akademik, yang turut berpengaruh pada pencapaian mengejar peningkatan kompetensi.

“Sejak sekarang persiapkan diri, kurangi stres, jalani ibadah dengan baik, dan tentunya dukungan dari orang tua,” pesan Irwan.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.