Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Program KKBPK Dinilai Sukses di Sulteng

0 12

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menerima penghargaan satya lencana pembangunan atas prestasi program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Penghargaan sama juga diberikan pada Wali Kota Palu, Bupati Poso, Banggai, Morowali Utara serta Tim Pendamping PKK Kota Palu. Penyematan tanda penghargaan dilakukan langsung Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Paun Maharani dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXV tahun 2018 di Graha Bumi Beringin Manado Sulawesi Utara. Peringatan Harganas ke-XXV dirangkai dengan temu prestaai KKBPK. Sebagai bentuk apresiasi bagi individu, keluarga, tokoh masyarakat, mitra kerja, maupun kepala daerah yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan dukungan, serta berjasa dalam program KKBPK. Penyematan satya lencana Pembangunan (SP) dan 2 Satyalancana Wira Karya bagi Gubernur, Bupati dan Walikota, serta mitra kerja BKKBN ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44 /TK/Tahun 2018 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan, dan Keputusan Presiden RI Nomor 45 /TK/Tahun 2018 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya.
Penerima penghargaan dinyatakan berhak menerima tanda kehormatan setelah melalui rangkaian penilaian oleh tim. Penilaian dimaksud mencakup dua aspek. Yaitu aspek dukungan komitmen dan aspek capaian program KKBPK. Serta telah melalui proses peninjauan lapangan dari tim sekretariat militer kepresidenan dan BKKBN.
Puan Maharani dalam sambutannya menyebut, program KKBPK sesuai dengan sasaran, indikator dan target yang tertuang di dalam dokumen RPJMN 2015-2019. Atas nama Pemerintah RI, Menko PMK menyatakan terimakasih bagi para penerima tanda kehormatan atas komitmennya terhadap pelaksanaan Program KKBPK. Penghargaan itu menurutnya menjadi pemicu semangat untuk terus memberikan dukungan terhadap Program KKBPK. Dan tidak kalah pentingnya pembangunan keluarga. “Karena keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, merupakan wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa,”katanya. Menurutnya BKKBN telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan presentase capaian di atas 95% untuk tiga indikator di bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
Yaitu penurunan angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) per wanita usia subur (15-49 tahun) yang mencapai 97.8 persen. Menurunnya tingkat putus pakai kontrasepsi yang mencapai 113.4persen dan meningkatnya penggunaan MKJP yang mencapai 99%. Satu indikator di bidang advokasi dan KIE, yaitu persentase pengetahuan masyarakat tentang isu kependudukan telah mencapai 105%. Sementara itu untuk dua indikator bidang pembinaan remaja, yaitu angka kelahiran pada remaja kelompok usia 15-19 tahun pe 1000 perempuan usia 15-19 tahun dan median usia kawin pertama perempuan masing-masing telah mencapai 116% (versi SDKI 2017) atau 127% (versi SKAP/SRPJMN 2017) dan 105%.
Di bidang Pembangunan Keluarga dengan indikator persentase pemahaman dan kesadaran orang tua, remaja dan/atau anggota keluarga tentang fungsi keluarga juga telah mencapai 98%.
Pada tahun 2019 BKKBN mendukung Prioritas Nasional I “Pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar” pada program Prioritas “Meningkatkan Pelayanan Kesehatan dan Gizi Masyarakat” yang dijabarkan pada 3 kegiatan prioritas, yaitu a). Meningkatkan Kesehatan ibu, anak, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi dengan proyek prioritas peningkatan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
Penguatan Germas dan pengendalian penyakit dengan proyek prioritas peningkatan kualitas lingkungan sehat dan c). Mempercepat penurunan stunting dengan proyek prioritas peningkatan pendidikan gizi.

(Humas Pemprov Sulteng).

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.