Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pasha: Saya Tak Berpikir Dua Kali Menjabat

0 28

PALU EKSPRES, PALU – Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha kembali menegaskan sejumlah hal terkait komitmennya dalam menjalankan amanah jabatan. Ini lantaran belakangan menurutnya banyak pihak yang “mencibir” segala kebijakan Pemkot Palu dalam masa kepemimpinan Hidayat- Sigit Purnomo Said.

Mulai dari pelaksanaan even Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN). Rencana pembangunan wahana wisata flying fox dan out bone di Dusun Salena dan Uventumbu. Hingga kebijakan pembentukan satuan tugas kebersihan, keindahan, keyertiban, keamanan dan kenyamanan (Satgas K5).

Keberangkatannya ke luar negeri, kata Pasha juga tak lepas dari sorotan-sorotan. Bahkan belakangan ada pihak-pihak yang mengaku tidak akan lagi memberi dukungannya jika dirinya kembali mencalonkan.

Pasha menjawab semua cibiran itu dalam acara halal bil halal Idul Fitri 1 Syawal 1439 hijriyah tahun 2018. Rabu 27 Juni 2018 di halaman rumah jabatan.

Dia mengaku rencana pencalonan menjadi wakil semuanya berangkat dari niat tulus untuk mengabdi pada tanah kelahirannya. Karena hanya dengan memimpin niat itu bisa terwujud. Bukan soal mengejar jabatan. Namun sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah.

“Salahsatu sarana agar niat kami ini terwujud, ya harus mencalonkan diri sebagai pemimpin,”katanya. Dia mengaku balik ke Kota Palu hanya ingin mengabdi kepada daerah. Karenanya waktu lima tahun periode ini akan digunakan sebaik mungkin melaksanakan pembangunan.

Toh nantinya kata Pasha, setelah lima tahun menjabat itu dirinya juga akan meninggalkan Sulawesi Tengah.

“Entah karena karir politik atau karir lain,”ujarnya. Soal adanya pihak yang tidak akan mendukungnya lagi dalam pencalonan mendatang. Pasha menyebut hal itu tak perlu diributkan. Karena dirinya sendiri juga belum bisa memastikan apakah masih bisa maju atau tidak.

“Kalau tak akan mendukung lagi. Tak usah pusing karena saya juga tidak akan maju lagi. Ini sesuatu yang belum pasti. Kami hanya ingin fokus lima tahun pembangunan,”katanya.

Soal kebijakan Pemkot Palu, Pasha mengaku ada saja pihak yang selalu menafikkan prestasi pembangunan Kota Palu yang dijalankan bersama perangkat daerah. Menurutnya itu hasil semua jajaran Pemkot Palu. Bukan hanya wali kota dan wakil saja.

Namun kata dia pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Karena pada prinsipnya, dia mengaku tak pernah minta dipuji atas apa yang telah dilakukan. “Kami tidak pernah minta dipuji. Meski faktanya sudah banyak juga yang kami lakukan meski memang belum maksimal,”ujarnya.

Dia menilai banyak orang yang sok tahu menilai hasil pembangunan seenak perut. Mengatakan tidak berpihak pada rakyat.

Misalnya soal FPPN. Padahal melalui event itu Kota Palu saat ini telah sudah mendunia. Pembangunan taman GOR. Yang kini lebih tertata dari pada yang lalu. Dan Itu fakta yang terlihat saja ini.

Demikian Satgas K5 yang sudah membuahkan hasil. Orang kini merasa aman. Karena siang malam Satgas mengawasi kegiatan masyarakat.

Begitupun soal keberangkatannya ke luar negeri. Pertama sebutnya keberangkatan itu tak pernah menggunakan dana APBD. Melainkan dia usahakan sendiri. Namun tujuannya kata Pasha hanya ingin mengenalkan Kota Palu.

Pasha juga menjelaskan tujuan pembangunan flying fox di Dusun Salemba dan wahana out bond di Dusun Uventumbu. Semua itu menurutnya dilakukan untuk membuka ruang destinasi pariwisata di Kota Palu. Sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Karena masyarakat sekitar tak pernah menyangka jika di wilayah itu akan ada pembangunan.
Menurutnya dua lokasi itu murni dibiayai APBD bukan oleh investor. Itu tujuannya agar investor tidak menguasainya secara pribadi. Justru nantinya jika dua objek wisata itu mulai populer, maka investorlah yang nantinya akan membutuhkan pemerintah.

“Kalau dia sudah butuh. Ya itu akan ada bargaining dengan nilai besar buat pemerintah,”demikian Pasha.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.