Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Vaksinasi Campak-Rubella Sasar 32juta Anak Sulawesi dan Maluku

0 136

PALU EKSPRES, PALU – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun ini kembali melaksanakan program kampanye nasional vaksinasi Campak dan Rubella.

Sebelumnya tahun 2017 fase pertama program tersebut dipusatkan di Pulau Jawa dengan jumlah sasaran vaksinasi sebanyak 35juta anak usia 9 sampai 15 tahun. Dan terealisasi mencapai 95persen.

Kampanye nasional vaksinasi campak dan rubella sebagaimana target eliminasi pemerintah adalah sebanyak 70juta anak. 35juta di antaranya berhasil disasar untuk pulau Jawa pada tahun 2017.

Fase kedua kampanye akan dilaksanakan untuk provinsi luar Pulau Jawa. Di antaranya Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Termasuk Maluku dan Maluku Utara. Rencananya akan menyasar 102 kabupaten dan kota.

Chief Field Office United Nations Children’s Fund (Unicef) Makassar, Henky Widjaja dalam kunjungannya ke redaksi Harian Palu Ekspres,menjelaskan, untuk fase 2 Sulawesi-Maluku, akan menyasar vaksinasi pada sebanyak 32juta anak secara gratis. Program itu rencananya mulai dilaksanakan Agustus sampai dengan September 2018.

Menurutnya, cakupan sasaran kampanye vaksinasi Campak dan Rubella untuk wilayah Sulawesi dan Maluku yang dibawahi Unicef Makassar sebanyak 6.194.165 anak usia 9 sampai 15 tahun.

Untuk rencana itu, pihaknya kata Henky berharap kerjasama dan koordinasi efektif pada semua tingkatan pemerintah daerah. Unicef katanya juga memberi dukungan teknis pada dinas kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten kota dalam pelaksanaan advokasi dan komunikasi. Mobilisasi sosial dan politik serta pemantauan dan daya tanggap ‘real time’.

Selain itu, salah satu faktor keberhasilan program itu adanya dukungan media massa. Henky mengaku, keberhasilan kampanye vaksinasi fase pertama tahun 2017 di Pulau Jawa sukses karena adanya dukungan media massa khususnya group media Jawa Pos.

Karena itu dalam pelaksanaan kampanye vaksinasi fase 2 tahun 2018, pihaknya pun memandang pentingnya peran media massa.

Khususnya media massa lokal. Agar fase kedua nantinya dapat berhasil dengan optimal. Peranan media dalam program ini menurutnya adalah menyajikan berita secara akurat dan objektif. Menjadi penjernih atas berita berita negatif terkait vaksinasi.

“Sekaligus menjadi pengawas dan pendorong kemajuan pencapaian pelaksaan program,”ujarnya.

Kedatangan rombongan Unicef Makasar ke redaksi Harian Palu Ekspres disambut Direktur PT Harian Palu Ekspres, Anita A Amier. Henky datang bersama Badwi Amin selaku Child Survival and Development Specialist Unicef Makassar.

Regional Consultant Program Vaksinasi  Campak dan Rubella Sulawesi – Maluku, Purwanta Iskandar.  Provincial Consultant Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, dr. Ati Uleng Parawansah. Serta Wasor Program Imunisasi Dinkes Sulteng Afuad dan Kabid P2P Dinkes Donggala, Nurhayati.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.