Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Abdee Negara Rangsang Industri Kreatif Anak Kampung

0 24

PALU EKSPRES, PALU – Karena pada dasarnya kita ini adalah anak kampung. Menjaga nilai dan memelihara kebersahajaan kehidupan di kampung tidak sekadar dimanifestasikan melalui ritual mudik lebaran tiap idul fitri.

Jauh di atas itu, seharusnya ada nilai bersifat kebaruan yang ditawarkan pada kehidupan di kampung tanpa mengabaikan ciri khas kehidupan kampung yang akrab dan penuh persaudaraan. Edisi mudik lebaran kali ini pun demikian.

Salah satunya memperkenalkan industri kreatif. Abdee Negara pria kelahiran Donggala 50 tahun silam, tepatnya 28 Juni 1968, ingin membawa suasana baru bagi kehidupan anak-anak di tanah kelahirannya Donggala dan Sulawesi Tengah.

Salah satu pilihannya adalah industri kreatif. Harapannya memberi stimulan agar muncul semangat enterpreneur bagi anak-anak di daerah. Abdee tidak sedang berwacana.

Tapi ia telah membuktikannya. Ia menghadirkan tim sepakbola Celebest FC yang memilih home base di Stadion Gawalise – Palu.

Adik kandung kandidat Bupati Donggala Anita B Noerdin ini pun, membeber alasannya. Mengapa merintis industri kreatif melalui jalur olah raga khususnya sepak bola.

Pilihan untuk memilih sepakbola menurut dia, karena karakter olah raga ini yang selalu mempunyai penggemar fanatik di mana pun.

Nyaris tidak ada even selain konser musik yang bisa merangsang ribuan orang untuk berkumpul pada tempat dan waktu yang sama selain sepak bola. Nah proses berkumpulnya ribuan orang itulah, industri kreatif dimainkan.

”Jika ada ribuan orang berkumpul dalam waktu dan tempat yang sama, mana ada sponsor yang tidak tergiur. Itu satu. Lainnya adalah transaksi usaha kecil menengah akan bergairah karena kebutuhan ribuan orang yang harus dipenuhi. Ada penjual jersey, ada kafe dan lainnya. Dan itu akan terus berlangsung selama kompetisi berlangsung,” ulasnya panjang lebar.

Selaku inisiator dan owner Celebest FC, ia ingin dua aspek penting dalam sepakbola harus berjalan beriringan. Tidak ada yang diabaikan. Yaitu, sepakbola sebagai prestasi dan sebagai industri.

Dua lini harus berjalan simetris tidak ada yang didahulukan atau dikemudiankan. Mengabaikan salah satunya akan membuat roda organisasi timpang.

Prestasi yang hebat akan merangsang penggemar dan berbondong-bondong memenuhi bangku stadion. Orang akan bangga dengan timnya, lalu gilirannya jersey laku keras dan transaksi lainnya akan terus bergairah.

Namun prestasi yang moncer, jika tidak didukung dengan sponsor yang memadai, juga akan membuat sebuah tim tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan mungkin akan kolaps.

”Jadi antara industri dan prestasi, adalah elemen penting yang tidak bisa saling mengabaikan,” bebernya.

Espektasi Abdee Negara dan managemen Celebest FC untuk mendulang sponsor sepertinya cukup berhasil. Saat ini, ada sekitar 5 brand (merek dagang) besar yang mensponsori Celebest FC dengan valuasi miliaran rupiah.

Abdee mengajak generasi muda mampu mengeksplore kapasitas dirinya. Dengan demikian generasi usia produktif itu, bisa menjadi tulang punggung tidak saja bagi dirinya tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Ia berpesan, generasi hari ini yang hidup di jaman digital jangan lagi mengulangi ”jalan sesat” yang pernah mereka lakukan di era 80 atau 90-an.

Di era itu katanya, tak banyak medium yang tersedia untuk mengekspresikan kreativitas anak-anak muda. Karena itu, kenakalan-kenakalan khas remaja menjadi akrab bagi mereka di era itu.

”Zaman Now tidak ada lagi alasan bagi Anda melakukan seperti apa yang kami lakukan tempo dulu. Anda jangan lagi menjadi penyakit sosial di masyarakat,” pesannya sambil menyebut beberapa nama besar seangkatannya dulu.

Zaman Now memberi Anda banyak pilihan untuk maju. Platform cukup tersedia bagi mereka yang mau mengembangkan kreatifitasnya.

Entah itu musik, olah raga atau apa pun itu. Untuk belajar musik Anda tidak perlu bayar mahal menyewa instruktur musik.

Media internet menyediakan dengan mudah dan bisa dilakukan dari bilik kamar sekalipun. Ini berbeda dengan dirinya dulu. Untuk mengupdate pengetahuan musik harus menunggu terbitan majalah sebulan sekali.

Sekarang semuanya tersedia. Dengan modal kuota data pengetahuan terus terupdate sepanjang waktu.

(kia/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.