Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Donggala Butuh Figur Seperti dr Anita

0 445

PALU EKSPRES, PALU – Gitaris grup musik Slank Abdee Negara menyatakan Donggala membutuhkan figur seperti dr Anita Nurdin untuk menjawab berbagai problem pembangunan di daerah itu.

Sebagai mantan pejabat teknis, Anita Nurdin, kata dia, paham persoalan mendasar di Donggala sekaligus paham bagaimana jalan keluarnya. Dukungan itu kata dia, bukan semata-mata karena posisinya sebagai saudara biologis dr Anita.

Tetapi mantan Kepala Dinas Kesehatan Donggala itu, memang mempunyai kapasitas dan kompetensi serta integritas yang bisa diandalkan untuk menjadi orang nomor satu di daerah yang pernah menjadi induk Kabupaten Parimo dan Sigi itu.

Fenomena di Indonesia ungkap musisi papan atas tanah air ini, salah satunya adalah soal indeks pembangunan manusia (IPM). IPM salah satu unsur paling menentukan di dalamnya adalah soal kesehatan.

”Nah sebagai seorang dokter dan mantan kepala dinas kesehatan Ibu Anita paham bagaimana membangun masyarakat yang sehat,” ungkap pria ramah ini di Palu (17/6) .

Sebagai adik sambung Abdee, dr Anita termasuk sosok yang peka. Dalam banyak kesempatan kunjungan kerja di masyarakat, sambung Abdee dr Anita kadang trenyuh melihat kehidupan susah yang membelit masyarakat bawah.

Matanya kadang sembab menyaksikan kondisi kehidupan masyarakat yang susah. Inilah modal awal bagi seorang pemimpin. Ia harus peka terhadap situasi di masyarakat.

Dari kepekaan itulah lalu muncul gagasan untuk bagaimana mengatasi persoalan tersebut dengan program yang mengena.

”Kakak saya itu orangnya suka tidak tegaan. Nah mestinya pemimpin memang harus seperti itu mampu merasakan denyut nadi masyarakat yang dipimpinnya,” katanya.

Soal kepekaan. Ini adalah nilai yang diwariskan oleh sang ayah Almarhum politisi Andi Cella Noerdin semasa hidup. Nilai yang terus terjaga dan menurun ke anak-anaknya hingga kini.

Sebagai orang yang mengenal dan paham betul tanah leluhurnya Kabupaten Donggala, Abdee mengaku sedih melihat kondisi daerah itu sekarang ini.

Saat ayahnya masih hidup dan aktif menjadi politisi – Donggala sepertinya belum mencatat kemajuan yang signifikan – yang bisa membahagiakan warganya.

Pembangunan infrastruktur terasa sangat lamban. Memang ada kemajuan yang dicapai. Namun dibandingkan dengan daerah lainnya, kemajuan yang dicapai Kabupaten Donggala terasa sangat lambat.

”Atas dasar itulah, saya merasa ikhtiar dr Anita menjadi kandidat bupati di Donggala, adalah pilihan tepat. Bagi dia dan keluarga besarnya, menjadi apa pun termasuk menjadi pemimpin adalah ladang pengabdian. Bukan kesempatan mencari keuntungan. Terlebih keuntungan secara material. Ini warisan nilai yang dipesankan oleh orang tua semasa hidupnya”.

(kia/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.