Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tiga Lokasi Tambang Ilegal di Parigi Segera Ditutup

0 525

PALU EKSPRES, PARIGI – Tiga lokasi tambang emas ilegal yang ada di Desa Sausu Torono, Air Panas dan Desa Kayuboko akan segera ditutup. Hal ini sesuai hasil rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Parigi Moutong bersama tiga Kepala Desa yang ada lokasi tambang emas Ilegal.

“Kesimpulanya, tambang emas tiga titik akan ditutup dulu, karena dianggap liar dan tindak lanjutnya nanti. Hasil rapat ini akan kami ajukan ke Bupati sebagai pertimbangan penutupan tambang,” kata Kabid Penataan Ruang DPUPRP Parigi Moutong, M. Rivai kepada Palu Ekspres baru-baru ini di Parigi.

Saat ini kata dia, surat instruksi penutupan tambang emas ilegal tersebut sementara dikonsep di Bagian Hukum, dan pihaknya juga masih melakukan konfirmasi terkait penutupan tambang tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai ketua TKPRD.

Selain kawasannya yang tidak memenuhi syarat sebagai kawasan pertambambangan, tiga lokasi tersebut juga tidak mengantongi izin dari Pemerintah daerah Parigi Moutong.
Sesuai peta kawasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Parigi Moutong kata Rivai, kawasan tambang ilegal tersebut masuk dalam kawasan pertanian lahan kering dan kawasan perkebunan.

“Nantinya dalam instruksi surat, Pemda memberikan waktu selama kurang lebih satu bulan untuk dilakukan penutupan. Namun tetap akan dilakukan pendekatan secara persuasif terkait penutupannya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Lanjut dia, kedepan pihaknya akan melakukan pengkajian kembali terkait apakah tambang emas ilegal tersebut akan ditutup untuk selamanya atau nantinya akan dijadikan sebagai kawasan tambang rakyat.

“Pastinya harus ditutup dulu dan semua peralatan penambangan harus dikeluarkan dari lokasi karena memang sama sekali belum memiliki izin,”ujarnya.

Ia menambahkan, dari hasil rapat bersama, ada dua kades yang sangat mendukung penutupan tambang ilegal karena dianggap merusak lingkungan dan tidak ada warga desanya yang terlibat dalam penambangan yakni, Kades Sausu Torono dan Kades Air Panas. Sementara Kades Kayuboko belum sepenuhnya merespon penutupan lokasi tambang emas ilegal yang ada di desanya, dengan alasan lokasi itu adalah sumber pendapatan warganya.

(asw/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.