Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sigaraya, Wadah Informasi dan Edukasi Pariwisata Parimo

0 30

PALU EKSPRES, PARIGI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo secara resmi melaunching inovasi proyek perubahan, yang diberi nama Sistem Informasi Geografi Cagar Budaya (Sigaraya).

“Aplikasi sudah bisa diakses melalui akun media sosial seperti facebook, bisa juga dilihat diaplikasi website, dan untuk selanjutnya akan dimasukan dalam Sistim Informasi Geografi, agar ketika orang masuk di Parimo melalui Google Map, data-data cagar budaya atau benda pusaka ini bisa diakses siapapun,” kata Kapala bidang Kebudayaan Disdikbud Parigi Moutong, Eny Susilowati kepada Palu Ekspres, Rabu (16/5/18) di Parigi.

Dia mengatakan, Sigaraya tersebut selain sebagai upaya perlindungan cagar budaya di Parimo, juga dapat mem-back-up pariwisata budaya serta bisa dijadikan media informasi dan edukasi khususnya masyarakat di Parigi Moutong.

Sebab, kata dia, Sigaraya dapat diakses dan bisa dilakukan penginputan secara publik, serta informasi di dalamnya bisa diambil oleh siapa saja yang ingin mendapatkan informasi tentang benda-benda bersejarah yang ada di Parigi Moutong. Aplikasi tersebut kata Eny, merupakan perpanjangan tangan dari program lomba yang digagas bidang yang dipimpinnya pada hari ulang tahun Kabupaten Parimo, bulan April 2018 lalu.

“Foto-fota yang kami masukkan dalam Sigaraya merupakan hasil dari peserta lomba kemarin, baik foto juara maupun tidak, namun itu semua yang menjadi data bagi kami,” ungkapnya. Sejak dibuka aplikasi Sigaraya melalui akun facebook katanya, setiap orang yang memiliki benda pusaka atau yang mengatahui lokasi-lokasi yang termasuk dalam tempat cagar budaya, bisa meng-uploadnya langsung ke akun facebook yang memiliki anggota sebanyak 800 akun.

Pendataan situs sejarah dan kebudayaan yang dilakukan oleh Disdikbud tersebut, dengan menggandeng sejumlah komunitas pemuda seperti Kelompok Pecinta Alam (KPA), komunitas fotografi dan komunitas lainnya. Ia menambahkan, dengan melibatkan beberapa komunitas pemuda tersebut, pihaknya sangat terbantu, khususnya mendata situs sejarah yang belum memiliki data maupun dokumentasi.

Begitu pula dengan komunitas fotografi yang sering melakukan pengambilan dokumentasi terhadap situs-situs sejarah maupun kebudayaan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.

(asw/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.