Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Warung Makan Diminta Tidak Mencolok

0 37

PALU EKSPRES, PALU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, mengeluarkan sepuluh poin imbauan kepada seluruh elemen masyarakat, terkait dengan pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan 1439 H.

Di antara poin-poin tersebut, adalah meminta kepada para pemilik restoran atau warung makan, kafe, kedai dan sejenisnya, untuk tidak membuka jualan atau dagangannya secara demonstratif (mencolok) pada siang hari. “Karena itu dapat mengganggu kekhusyuan orang yang sedang berpuasa,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Rusman Langke, di kantornya, Rabu 16 Mei 2018.

Dalam surat edaran yang juga ditandatangani oleh Ketua MUI Sulteng, HS Ali Bin Muhammad Aljufri tersebut, masyarakat juga diminta untuk memantapkan pemahaman terhadap pelaksanaan kerukunan hidup beragama, baik di internal umat beragama, maupun antarumat beragama.

“Bagi yang non-Muslim agar dapat menghormati Muslim yang berpuasa. Selain itu, Kepada para ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh komponen masyarakat, agar menciptakan situasi yang kondusif dalam rangka menjaga kekhusyuan ibadah selama Ramadan,” ujar Rusman.

Poin lainnya, Kemenag dan MUI mengajak seluruh umat untuk meningkatkan peran serta, dalam membangun masyarakat yang religius, intelektual, kreatif dan produktif, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, berdasarkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Tumbuhkan kesadaran untuk senantiasa berperilaku jujur, baik dalam perkataan maupun perbuatan, serta berupaya mencegah tindakan yang mengarah pada korupsi, kolusi dan nepotisme, serta penyalahgunaan narkoba,” lanjutnya. Khusus kepada seluruh umat Muslim, diimbau untuk menunaikan ibadah puasa dengan baik dan penuh perhitungan. Yakni puasa yang senantiasa dilandasi iman dan takwa, serta selalu mengharapkan ridha Allah SWT.

Selain itu, umat Muslim juga diajak untuk memperbanyak membaca Alquran, berzikir dan beri’tikaf selama bulan Ramadan. Juga, menunaikan zakat, meningkatkan infaq dan sedekah, baik melalui Badan Amil Zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat dan unit pengumpul zakat Kabupaten atau Kota serta Provinsi. Hal ini disebutkannya, sebagai perwujudan pengamalan isi kandungan Alquran dan sunnah Rasulullah SAW.

“Makmurkan Masjid-masjid dengan kegiatan ibadah, baik salat wajib maupun sunnah, terutama salat sunnah malam Ramadan. Serta jagalah kenyamanan berada di masjid dengan menjaga kebersihan lingkungan Masjid,” ujarnya lagi.

Bagi para mubaligh-mubalighah, juga diimbau untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat, berdasarkan Alquran dan sunnah Rasulullah SAW, sehingga menjadi siraman rohani yang menyejukkan. “Hindari persoalan khilafiyah, yang dapat memperkeruh perselisihan antarkelompok masyarakat, serta terjemahkanlah gagasan pembangunan melalui pintu dan bahasa agama,” pungkasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.