Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Disdikbud Parimo Gelar Mogombo Budaya

0 13

PALU EKSPRES, PARIGI – Direktur Warisan Diplomasi  Budaya memberikan dukungan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Parigi Moutong menyelenggarakan program kegiatan, Mogombo Budaya (Musyawarah Budaya).

Hal itu diungkapkan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamudin Ramly kepada media ini saat kegiatan Mogombo Budaya di lantai II Kantor Bupati Parimo, Selasa (15/5/18).

“Jadi ini adalah tradisi Indonesia.  Menjadi poin dalam sila keempat Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, karena inti Mogombo itu adalah musyawarah,”ujarnya.

Dengan demikian kata dia, harus dikembalikan refitalisasi kerajaan Parigi, Motong, dan sekitarnya.

“Sekarang yang hadir di kegiatan ini Magau (Raja) Parigi dan Moutong. Ini sesuai dengan perintah undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Tujuan dari undang-undang itu untuk memberikan perlindungan terhadap seluruh cagar budaya dan objek budaya yang ada di Indonesia,”ungkapnya.

Menurutnya, salah satu budaya adalah kerajaan, yang sudah tidak berperan sebagai pengatur tata negara. Namun berperan sebagai inti dari kebudayaan itu sendiri.

Perlindungan yang dimaksud kata dia, berupa pelestarian tradisi-tradisi yang sudah lama ada supaya bisa dikenali oleh anak cucu nantinya.

“Jadi saya kira di Parigi ini, ratusan bahkan ribuan ritus budaya, mulai dari situs-situs sejarah, permainan rakyat tradisional hingga arsitektur tradisional. Coba dilihat pada undang-undang pemajuan kebudayaan, di situ ada sepuluh objek kebudayaan yang berada di Parigi Moutong ini. Itu harus kita kembangkan,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur dalam sambutannya menyebutkan, beberapa tahun terakhir ini pemerintah kabupaten parigi moutong, khususnya bidang kebudayaan, telah melakukan beberapa kegiatan yang terfokus pada pelestarian kebudayaan. Misalnya upacara adat Mompaura yang dilaksanakan untuk mengawali beberapa kegiatan kedaerahan.

Selanjutnya Ia menjelaskan,  pelatihan tari yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dari ilmu yang dimiliki oleh guru-guru dalam mengembangkan karya-karyanya.

Selain itu,  juga digelar lomba penulisan sejarah dan fotogarafi dalam rangka pencarian jejak-jejak sejarah di wilyah Kabupaten Parigi Moutong.

Dan kedepn pihaknya akan membuat film yang bermuatan tradisi dan budaya, serta worshop pelaksanaan upacara adat bagi para keturunan pelaku adat di Kabuapaten Parigi Moutong.

“Pelaksanaan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong dengan pihak Kemendikbud RI, bukan saja baru dimulai pada saat ini, tetapi kerjasama ini sudah sekian kali dilaksanakan. Terutama dengan direktorat warisan dan diplomasi budaya. Di antaranya pada tahun 2017 lalu, yaitu lomba lari tingkat nasional maraton 10 KM yang dilaksanakan di Tugu Katulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan,” jelasnya.

(asw/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.