Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

25 Pejabat Berebut Enam Jabatan Kadis

0 160

PALU EKSPRES, PALU – Karakter emosional kerap melekat pada sosok pemimpin dalam dunia kerja. Karakter demikian terkadang memicu disharmonisasi kerja antar pimpinan dan bawahan. Menyebabkan program berjalan tidak maksimal.

Alasan itu menjadi salahsatu pertimbangan adanya uji emosional dalam assessment bagi peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) lingkup Pemkot Palu yang digelar saat ini.

Pemkot Palu saat ini membuka lelang jabatan teehadal enam jabatan kepala dinas. Antara lain dinas perhubungan, sosial, Kasat PolPP, badan penelitian dan pengembangan daerah (Balitbangda) , badan pendapatan daerah dan dinas perumahan dan pemukiman.

Panitia seleksi JPTP dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palu, Dedy Iskandar menjelaskan, salahsatu materi dalam assesment adalah mengukur kemapanan emoaional peserta.

Menurutnya itu penting agar program kerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan ia pimpin nanti berjalan optimal. Karakter emosional pimpinan bisa membuat lingkungan kerja tidak nyaman.

“Kalau karakter pimpinan emosional, itu biasanya kerja bawahan jadi tidak optimal,”kata Dedy, Senin 7 April 2018. Mengenai teknik apa saja yang dilakukan untuk mengukur kemapanan emosional ujar dia, itu sesuai standar asessor yang menguji para calon. “Asessor punya standar untuk menilai itu,”jelasnya.

Dia menjelaskan, proses seleksi JPTP saat ini telah memasuki assessment. Menguji tentang prinsip-prinsip kerja aparatur, kerjasama organisasi termasuk menguji kemapanan emosional. Seleksi terhadap enam JPTP diikuti sedikitnya 25 peserta. Masing-masing dinas perhubungan 4 orang, Satpol PP 4 orang, Balitbangda 4 orang, perumahan 3 orang, badan pendapatan 5 orang dan dinas sosial 6 orang.

Setelah assesment, seluruh peserta alan mengikuti tahap tes wawancara yang disusul kemudian persentase makalah.

Dari seluruh tahapan seleksi, selanjutnya akan ditetapkan tiga peserta berdasarkan rangking. Untuk menetapkan satu diantaranya, semua akan diserahkan kepada wali kota. “Setelah ditetapkan satu, seluruh dokumen proses seleksi mulai administrasi, assessment dan wawancara akan diserahkan ke KASN,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.