Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tim Pemrov Kunjungi Tambang Bawah Tanah Pongkor

0 350

PALU EKSPRES, PALU – Tim Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (19/04), mengunjungi Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) di Pongkor, Bogor, Jawa Barat. Bersama Tim Pemprov juga turut serta tiga anggota DPRD Palu yang berasal dari wilayah Kecamatan Mantikulore, Palu.

Tim yang dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bunga Elim Somba ini beranggotakan Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tengah Yanmart Nainggolan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdul Rahim, Kepala Biro Perekonomian Richard Djanggola, Kepala Bidang Planologi Dinas Kehutanan Pepi Saeful Djalal, Kepala Bidang Pertambangan Mineral Dinas ESDM Aris Bulo serta pejabat Tahura Poboya dan staf lainnya.

Dari DPRD Palu, turut serta Thompa Yotokodi dari Fraksi Gerindra, Idiljan Djanggola dari Fraksi Demokrat dan Sofyan Aswin dari Fraksi PDIP. Rombongan Tim Pemprov ini diterima Vice President CSR, HC and Finance UBPE Pongkor Resna Handayani dan Humas UBPE Pongkor Agus Setyono.

Kunjungan sehari ini dibagi dalam dua sesi yakni pemaparan dan kunjungan ke lokasi penambangan, pabrik pengolahan serta fasilitas pengelolaan tailing (Tailing Storage Facility). Dalam penjelasannya, Krisna mengungkapkan UBPE Pongkor adalah salah satu unit bisnis dari PT ANTAM yang merupakan perusahaan terbuka di bidang pertambangan yang dimiliki Negara.

“UBPE Pongkor adalah salah satu tambang bawah tanah terbesar di Pulau Jawa,” jelas Krisna.
UBPE Pongkor berproduksi 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan setiap tahun. Pada tahun 2017, UPBE Pongkor memproduksi 376.245 WMT ORE, 1.379 kg emas dan 10.024 kg perak.

Sementara untuk target 2018, produksi ORE ditargetkan 380.462 WMT ORE, emas 1.323 kg dan perak 9.285 kg. “Kami mulai berproduksi pada tahun 1994 dan mengakhiri tambang pada tahun 2021,” jelas Krisna.

Dalam melaksanakan operasi pertambangan, UBPE Pongkor mempraktikkan sistem pertambangan yang baik dan benar (Good Mining Practices) dengan mematuhi segala peraturan terkait.

Selain melaksanakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan (K3L), UBPE Pongkor juga melakukan pengelolaan limbah dengan baik dan mengelola tailing hingga menjadi bahan bangunan seperti paving block, batako hingga bata ringan serta melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Atas segala praktik baik ini UBPE telah mendapatkan pelbagai penghargaan dari Pemerintah,” kata Agus Setyono.

Ketua Tim Pemprov, Bunga Elim Somba mengatakan, maksud kunjungan kali ini sebagai studi banding (benchmark) bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar dapat menelurkan kebijakan dan regulasi secara tepat.

Hal yang senada dikatakan, GM External and Support PT CPM Syahrial Suandi, bahwa kunjungan kali ini dimaksudkan sebagai bagian dari pembelajaran agar dapat dipraktikkan oleh CPM di Tambang Emas Poboya.

Setelah menerima pemaparan, Tim Pemprov Sulteng dan Anggota DPRD Palu melakukan peninjauan langsung ke lokasi penambangan yang merupakan terowongan dengan kedalaman lebih dari 500 meter.

Yang menarik adalah letak lobang tambang (Portal) berada pada batas Taman Nasional Gunung Halimun dan mengarah kedalam Taman Nasional, namun tidak ada terlihat pengaruh dan kerusakan terhadap Taman Nasional yang berada di atasnya. Setelah itu kunjungan dilakukan ke Pabrik Pengolahan yang menggunakan metode Carbon in Leach (CIL).

Di lokasi ini tidak didapati asap hasil pengolahan seperti halnya pabrik umumnya karena partikel terbang akibat olahan ditangkap dengan alat khusus dan semua zat kimia yang dipergunakan disirkulasi ulang dan digunakan kembali. Adapun air sisa pengolahan dan tailing baru boleh dilepas ke sungai setelah dipastikan berada dibawah batas baku mutu.

Tempat penampungan tailing (TSF) serta tempat pemanfaatan tailing berada sekitar 100meter dari permukiman masyarakat, berarti sangat dekat tetapi tidak terdapat pengaruh negatif bagi masyarakat sekitarnya.

Management Pongkor juga mengatakan bahwa program CRS dilaksanakan bersama masyarakat diantara pada bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan serta bekerjasama dengan Taman Nasional Gunung Halimun dalam membentuk Kader Sadar Lingkungan serta program pengamanan Taman Nasional bersama.

Pengelolaan tambang dengan cara seperti diatas mengakibatkan PT ANTAM unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkore tahun 2017 menerima Penghargaan di bidang lingkunga dengan kategori Proper EMAS
Hasil kunjungan kali ini, dirasakan sangat bermanfaat bagi para peserta kunjungan studi banding ini. Mereka berharap, apa yang telah dilakukan oleh UBPE Pongkor dapat dilakukan juga di Palu dan sekitarnya.

(humas)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.