Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Soal Foto di Medsos, Panwaslu Parimo Datangi Kantor Dinsos

0 27

PALU EKSPRES, PARIGI – Tim Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu)  Kabupaten Parigi Moutong mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong.

Tim yang dipimpin oleh Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) tersebut datang untuk mengkonfirmasi terkait adanya foto Kepala Dinas Sosial yang beredar di media sosial, yang dianggap bernuansa kampanye ada Pilkada Parimo 2018.

Mereka diterima langsung oleh kepala Dinas Sosial Arman Maulana diruang kerjannya, Selasa (24/4).

Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Panwaslu, Muhammad Rizal, S. Pd mengatakan, kedatangan mereka ke kantor Dinsos untuk meminta keterangan kepada Kadis, terkait foto yang beredar di media sosial bahkan di media cetak belakangan ini.

“Kami hari ini mendatangi Kadis Sosial untuk mengkonfirmasi terkait beredarnya foto kepala dinas sosial bersama Camat Palasa,” jelas Rizal kepada Palu Ekspres, Selasa (24/4), dikantor Dinsos Parimo.

Dia menjelaskan, konfirmasi ini perlu dilakukan untuk membuktikan laporan yang masuk kepada pihaknya. Laporan itu perlu pengkajian serta investigasi.

“Kita tidak serta merta menghakimi yang bersangkutan langsung bersalah. Kita mengedepankan praduga tak bersalah meski memiliki bukti yang diserahkan kepada panwaslu,” jelasnya.

Rizal mengatakan, apabila hal ini tidak ditindak lanjuti, secara otomatis akan banyak kritikan dari luar, baik masyarakat, LSM, serta media.

“Kritikan dari luar sudah pasti, dan akan mempertanyakan kinerja kami, sehingga saya bersama tim Panwaslu mengkonfirmasi kebenaran foto tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala dinas sosial Arman Maulana, S. Pd, M. Si mengatakan, terkait foto yang beredar tersebut dirinya memiliki bukti, dan itu merupakan kegiatan pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Dusun Ogomanu Desa Eeya Kecamatan Palasa pada tanggal 24 Agustus tahun 2017 silam.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya bukan seperti itu. Foto seperti diedit, sebab dalam foto tersebut sebenarnya tidak hanya empat orang saja, tapi lebih dari itu.  Dia mengatakan, di sebelah Camat Palasa masih ada beberapa orang lagi dan foto tersebut.

“Harusnya foto itu utuh, tetapi yang muncul hanya empat orang,” terangnya.

Ia menambahkan, terkait simbol, tidak ada maksud apa-apa. Memang dalam pencanangan kampung KB terdapat slogan dua anak cukup. Tapi tidak ada kaitannya dengan nomor utut calon.

Sebab saat itu belum ada nomor urut calon. Kalu pun sudah ada, ia memastikan tidak melakukan hal semacam itu.

Sebab aturannya sudah jelas Abahwa SN harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan pilkada.

“Penetapan pasangan masih sangat jauh. Kegiatan yang saya hadiri pada bulan Agustus tahun 2017 silam, sedangkan penetapan untuk calon bupati bulan februari 2018 kemarin,” jelasnya.

(asw/Palu Ekspres)

 

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.