Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Beroperasi Tepat Waktu, Batik Air Makin Mengangkasa di Asia Tenggara

0 99

PALU EKSPRES, PALU – Peningkatan kualitas perjalanan udara kelas premium Batik Air mencatatkan kinerja tepat waktu tertinggi 90,3% di Asia Tenggara. Maskapai yang berbasis di Indonesia ini menjadi pemimpin maskapai periode Maret 2018 sebagai operator paling tepat waktu di Asia Tenggara dan ke-56 secara keseluruhan di dunia.

Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air berada dalam 15 menit dari waktu yang dijadwalkan. Seperti diketahui, mempertahankan on-time sangat krusial, karena memerlukan sistem yang terstruktur dan terus menerus antara maintenance, tim operasional serta keputusan yang cepat (quick action) dalam menentukan rotasi baru apabila ada hambatan yang terjadi di lapangan (irregularities).

Batik Air, maskapai yang memberikan pelayanan premium (full services airlines) di bawah naungan Lion Air Group telah menyelesaikan tingkat ketepatan waktu operasional (on time performance/ OTP) periode Maret 2018 yaitu 90,3% dengan total operasional 11.774 penerbangan.

Batik Air pada Februari 2018 juga menempati posisi teratas di Asia Tenggara dalam laporan kinerja tepat waktu (OTP) 85,7% dengan 10.671 penerbangan.

Rilis Batik Air yang diterima Palu Ekspres Senin (23/4) menyebutkan, hasil survei OTP tersebut diperoleh dari 5.000 penerbangan sepanjang Februari 2018. Penyesuaian jumlah penerbangan, salah satunya terjadi dengan dibukanya rute baru selama periode Maret. Batik Air menghubungkan langsung, dan satu-satunya yang melayani dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK) menuju Bandar Udara Mopah, Merauke, Papua (MKQ).

Selain itu, BatikAir juga memaksimalkan penerbangan dari Cengkareng ke Palangkaraya, ibukota Kalimantan Tengah di Bandar Udara Tjilik Riwut (PKY), Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung (TJQ) serta terbang langsung dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya (SUB) menuju salah satu destinasi favorit wisata yaitu Denpasar, melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurai Rai, Bali (DPS).

On-time merupakan ketepatan pesawat saat tiba atau berangkat dalam 14 menit dan 59 detik (kurang dari 15 menit) dari waktu yang dijadwalkan. Survei tersebut dilakukan berdasarkan laporan OAG Flightview pada Maret 2018.

Lembaga riset dan pemimpin global dalam informasi penerbangan yang berbasis di Inggris ini menjalankan laporan di lebih dari 80% jadwal penerbangan seluruh dunia. OAG memiliki jaringan data perjalanan udara terbesar secara internasional, termasuk database jadwal penerbangan lebih dari 900 maskapai dan lebih dari 4.000 bandar udara.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola dan otoritas bandar udara domestik serta internasional, pemerintah selaku regulator, pengatur lalu lintas udara (ATC), awak pesawat, karyawan/ karyawati Batik Air dan berbagai pihak yang memberikan dukungan penuh atas operasional Batik Air selama ini,” kata Capt. Achmad Luthfie, CEO Batik Air.

Atas nama Batik Air, ia mengucapkan selamat dan sukses kepada manajemen beserta seluruh karyawan berkat kontribusi serta peran aktif dalam menyelenggarakan kinerja terbaik maskapai. Dengan bersama-sama, ia berharapa kedepan semua terus bisa ditingkatkan lagi.

Hingga saat ini Batik Air terbang ke 40 destinasi domestik dan internasional dengan frekuensi mencapai lebih dari 300 penerbangan perhari. Ini didukung kekuatan 54 armada, bertipe Airbus A320 CEO dan Boeing 737-800/900 ER. Untuk pengaturan operasional, Batik Air memiliki utilisasi 12 jam per hari, dua pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta satu pesawat sebagai cadangan (stand by).

Untuk mempertahankan tingkat ketepatan waktu, menjawab peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat, Batik Air senantiasa menjalankan koordinasi intensif bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran penerbangan.

***

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.