Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Lagi, Pemkot Latih Suro Adat

0 70

PALU EKSPRES, PALU – Pemkot Palu kembali mengutus puluhan suro adat untuk mengikuti pelatihan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Panimba Labuan. Hingga kini tercatat sudah 2015 suro adat yang mengikuti pelatihan itu. Suro adat merupakan salahsatu unsur dalam lembaga adat yang akan mendukung tugas-tugas kelembagaan adat ditingkat kecamatan dan kelurahan.

Antara lain menggerakan keterlibatan masyarakat untuk menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban,keamanan dan kenyamanan. Dalam pelatihan ini suro adat diberi pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, peran lembaga adat dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat dengan pendekatan kearifan lokal. Wali Kota Palu Hidayat menjelaskan, pelatihan itu digelar berdasarkan Perda 9 tahun 2016 Tentang Lembaga Adat Kaili dan Perwali Nomor 38 Tahun 2017.

Hal itu kata dia adalah bentuk keseriusan Pemkot Palu dalam membangun nilai-nikai kebangsaan yang kini mulai terganggu karena derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi. Menurutnya kehidupan masyarakat Kaili sangat menjunjung tinggi nilai toleransi,kekeluargaan dan gotong royong.

“Siapa saja yang datang di Palu, sepanjang darahnya masih merah, maka mereka adalah saudara kita. Kita wajib menjaganya,”kata Hidayat saat membuka pelatihan gelombang kedua, Senin 16 April 2018 di SPN Panimba Labuan.

Pelatihan itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan misi ke 6 Kota Palu yaitu revitalisasi nilai-nikai kebangsaan. Keberadaan lembaga adat yang dilengkapi suro merupakan kanal kanal untuk membangun serta menguatkan peran dan fungsi tokoh informal masyarakat yang kini mulai ditinggalkan.

“Termasuk membangun kembali lembaga kearifan lokal. Sebab kehidupan masyarakat kaili dahulu begitu akrab, saling menghormati, dang menghargai,”ujarnya.

Penguatan lembaga adat serta tokoh informal masyarakat kata dia telah melalui kajian panjang yang ia mulai sejak menjabat Kepala Balitbangda Sulteng.

Pendekatan aturan adat menurutnya yang berlaku universal. Mengatur hubungan manusia dan manusia terkait ucapan,prilaku,perbuatan dan tindakan. Mengatur hubungan manusia dan Tuhan serta alam.

Hidayat menambahkan, sebagaimana survei Unit Kerja Presiden Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP), Kota Palu termasuk dalam 10 besar survei indikator kota dengan nilai toleransi tinggi dari 500an kabupaten kota di Indonesia.

“Masyarakat Kota Palu mendambakan kehidupan sosial dalam suasana damai. Untuk mewujudkan itu salah satunya diharapkan melalui kelembagaan adat. Karenanya pelatihan ini harus betul-betul diikuti serius oleh suro adat,”demikian Hidayat.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.