Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Warga Berharap Pemda Melegalkan Tambang di Air Panas dan Kayuboko

0 7

PALU EKSPRES, PARIGI – Warga Desa Air Panas dan Kayuboko Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), berharap lokasi tambang emas yang sudah dikelola beberapa waktu terakhir ini bisa segera dilegalkan.

“Pengelolaan tambang yang saya lakukan ini sama sekali tidak menggunakan zat-zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan, saya harap agar tambang ini bisa dilegalkan, supaya saya bisa tenang bekerja di sini,”kata Sutomo salah seorang penambang kepada Palu Ekspres, belum lama ini.

Kata Sutomo yang juga sebagai pemilik mesin dompeng di lokasi tambang tersebut, bahwa ia bersama rekannya telah melakukan aktivitas penambangan kurang lebih tiga bulan dan hasilnya masih minim. Ia juga mengaku pernah diproses di Polsek Parigi terkait aktivitas pertambangan emas tersebut.

Diakuinya, kasus tambang emas tanpa izin yang dikelolanya itu sudah dilimpahkan ke pihak Polda Sulteng. Sehingga saat ini, dirinya berstatus sebagai tahanan lepas wajib lapor, dan kemungkinan kasus tersebut bakal dilimpahkan ke kejaksaan.

Sebelumnya, Tim Penataan Ruang Daerah (TPRD) Kabupaten Parigi Moutong sudah melakukan peninjauan di lokasi tambang emas tanpa izin di Desa Air Panas dan Kayuboko.

Dalam peninjauan tersebut, Muhamad Idrus selaku Kepala Seksi penindakan hukum (Gakkum) DLH Parimo, menjelaskan, peninjauan tersebut untuk mengevaluasi lokasi tambang tersebut. Selain itu, untuk pengambilan sampel air guna melihat kandungan yang terdapat pada air buangan hasil penambangan dan sampel air sumur suntik warga setempat yang dikonsumsi sehari-hari sebagai pembanding.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengambil titik koordinat untuk mengetahui kawasan tambang tersebut, apakah masuk kawasan hutan lindung atau hutan budidaya. Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan, apakah para penambang menggunakan zat-zat kimia atau tidak, karena pihaknya belum melakukan uji sampel air di laboratorium.

Memang sebelumnya kata dia, masyarakat Desa Olaya melaporkan adanya perubahan kualitas air di sungai tersebut sudah sangat keruh. Sebab, Desa Olaya merupakan daerah hilir dari aliran sungai tersebut.

(asw/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.