Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Peningkatan Kapasitas, BI Sulteng Kumpul Wartawan Bahas soal Ekonomi Daerah

0 6

PALU EKSPRES, PALU – Kegiatan peningkatan kapasitas bagi wartawan yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulteng diikuti puluhan wartawan. Sedikitnya 90 wartawan ikut dalam kegiatan itu. BI Sulteng mengundang sedikitnya 3 wartawan dari setiap redaksi media di Kota Palu Sulteng dari unsur pimpinan redaksi, redaktur ekonomi dan reporter peliput ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono yang menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Palu, Sabtu 13 April 2018 menjelaskan pentingnya wawasan ekonomi bagi wartawan. Utamanya isu menyangkut pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dua isu yang menurutnya berkaitan erat.

Miyono berhemat, istilah istilah maupun kebijakan ekonomi setiap saat bergerak. Pendapat ekonom pun terkait isu demikian pun kerap berbeda. Karenanya hal itu menurutnya perlu tersosialisasi dengan baik ke masyarakat. “Karenanya wartawan penting mengikuti perkembangan isu isu ekonomi ini,”kata Miyono dalam arahannya.

Saking update nya istilah dan isu ekonomi, kalangan perbankan bahkan didalam lingkup BI sendiri sebutnya terkadang kurang menguasainya baik secara teori dan teknis. Utamanya isu pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

“Ini harus saya akui karena begitu rumit dan banyaknya istilah ekonomi yang saling terkait satu sama lain,”sebutnya. Menurutnya penguatan kapasitas wawasan wartawan dalam isu ekonomi, BI berkepentingan untuk itu. Agar kebijakan dan arah ekonomi, serta informasi mengenai kinerja BI dapat terinformasikan kepada masyarakat.

“Karena itu kami berencana menggelar capacity building ini secara rutin dimasa mendatang,”jelasnya. Salahsatu isu yang mengemuka dalam kegiatan itu adalah terkait pertumbuhan ekonomi Sulteng yaitu sekitar 7,14persen. Akan tetapi tidak memberi dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah ini.

Menurutnya Itu terjadi lantaran trend inflasi juga cenderung tinggi yaitu 4,33 persen. Karena itu kata Miyono, angka pertumbuhan ekonomi Sulteng sebenarnya hanya berkisar 3 persen. “Riilnya ekonomi Sulteng hanya 3persen. Ya, itu tadi karena inflasinya juga termasuk tinggi,”jelas Miyono.

Angka pertumbuhan ekonomi Sulteng juga jelas dia, mayoritas ditopang sektor pertambangan.Sementara masyarakat Sulteng mayoritas adalah bergerak disektor pertanian dan perkebunan.

Idealnya kata dia, pertumbuhan ekonomi sejalan dengan inflasi. Misalnya pertumbuhan ekonomi 5 persen dan inflasinya 3 persen lebih. “Daerah lain ada yang pertumbuhan ekonominya memang hanya 5 persen tapi inflasinya normal 3 persen,”jelasnya. Inflasi 4,33 persen ujar dia sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dari inflasi nasional yaitu 3 persen.

Inflasi tinggi lanjut dia, juga berpengaruh pada suku bunga perbankan yang sulit turun. Orang orang menjadi enggan untuk menabung. Inipun membuat geliat investasi tidak berjalan stabil.
Dia menjelaskan inflasi terjadi antara lain karena tingkat pendapatan naik serta kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar. Seperti tarif dasar listrik dan biaya STNK.

(fit/mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.