Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Miris, Ekonomi Sulteng Melejit tapi Warga Miskin Bertambah

0 3

PALU EKSPRES, PALU – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah sangat membanggakan. Pada 2017 silam, pertumbuhan ekonomi Sulteng tercatat di angka 7,14 persen (c-to-c) atau 9, 15 persen (y-on-y).

Indeks pertumbuhan ekonomi Sulteng ini sangat jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yakni di angka 5,07 persen.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Sulteng, Miyono, sangat mengapresiasi indeks pertumbuhan ekonomi Sulteng tersebut. Namun Miyono menyarankan, kinerja pertumbuhan ekonomi Sulteng jangan membuat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terbuai. Sebab, apalah artinya trend kenaikan indeks pertumbuhan ekonomi namun belum memberi efek kesejahteraan, yang dibuktikan dengan masih tingginya angka kemiskinan di daerah ini.

“Pertumbuhan ekonomi efeknya kesejahteraan,” kata Miyono pada Capacity Bulding, Sabtu (14/4), di salah satu hotel di Palu.

Miyono juga menyarankan indeks pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini harus dibarengi dengan upaya pengedalian inflasi yang berkesinambungan. Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi tergolong tinggi tapi angka inflasi juga relativ tinggi, maka dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat relativ sangat kecil alias tidak ada artinya sama sekali.

Sehingga, Miyono, mengimbau agar seluruh stakeholder jangan hanya mengejar target pertumbuhan ekonomi namun lalai mengendalikan laju pergerakan inflasi.

“OPD jangan hanya fokus pertumbuhan ekonomi tapi mengabaikan pengendalian inflasi,” ujarnya.

Miyono pada pada Capacity Building yang dihadiri sekira 60 jurnalis dari media cetak, elektronik dan online tersebut, memberi gambaran kalkulasi mengenai pentingnya pengendalian laju inflasi dengan mengambil sampel Provinsi Sulteng.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulteng di angka 7,14 persen dengan laju inflasi 4 plus 1. Sehingga, tingkat pertumbuhan riilnya hanya sekira 3 persen.

Tak dapat dipungkiri lanjutnya, penggerak pertumbuhan ekonomi Sulteng pada 2017 didominasi oleh sektor pertambangan. Laju pertumbuhan sector ini sebesar 15, 18 persen dan tertinggi dibanding sektor lainnya, sebagaimana data yang diliris BPS Sulteng 5 Februari 2018.

Sektor pertambangan dan galian ini juga mencatat sebagai sumber pertumbuhan tertinggi, yakni 2,07 persen. Sementara laju pertumbuhan sektor pertanian tidak dicantumkan oleh BPS. Sektor ini hanya tercatat sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Sulteng, yakni 1, 32 persen.

Berikut Jumlah dan Presentase Penduduk Miskin di Sulteng:

Periode                                  Jumlah                                  Presentase
September 2014                    387,06                                       13,61
September 2015                    421,63                                        14,07
September 2016                    413,15                                        14,09
September 2017                    423,27                                        14,22
Sumber BPS Sulteng

Pertumbuhan Ekonomi Sulteng
2017                                        7,14 persen (c-to-c)
2016                                       9,98 persen (c-to-c)

Angka Inflasi Year on Year
Periode                       Persentasi
Maret 2018                       2,71
Maret 2017                       5,05
Maret 2016                       6,03

Tingkat Pengangguran Terbuka di Sulteng
Periode                      Persentase                        Jumlah
Agustus 2017                      3,81                           54,3 ribu orang
Agustus 2016                      3,29                          49,7 ribu orang
Agustus 2015                      4,1                                          —
Agustus 2014                      4,27                                       —
Sumber BPS Sulteng

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.