Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

PLN Bantah Pengurangan Daya Listrik di Poso

0 165

PALU EKSPRES, PALU – PT PLN Area Palu menegaskan tidak terjadi krisis listrik di Kecamatan Pamona Kabupaten Poso, Sulteng. Pemadaman yang kerap terjadi di daerah itu murni hanya karena proses perbaikan jaringan.

Ini ditegaskan Manager PLN Area Palu, Abbas, di hadapan Komisi C DPRD Sulteng, Kamis 5 April 2018. Penegasan itu untuk menjawab pertanyaan Anggota Komisi C, Sony Tandra dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar bersama di ruang Baruga DPRD Sulteng.

Sony sebelumnya mengutarakan dugaan bahwa untuk daerah Pamona, Poso sering kali terjadi pemadaman dalam intensitas yang cukup tinggi. Dalam sehari dia akui bahkan terjadi 5 sampai 6 kali pemadaman.

Karenanya dalam RDP itu Sony menduga hal itu kemungkinan terjadi lantaran pasokan listrik untuk Kecamatan Pamona memang dibatasi.

“Sementara Pamona itu sangat dekat dengan PLTA Sulewana. Harusnya secara awam kami berpikir jangan-jangan pasokan ke Pamona memang hanya sedikit,”kata Soni.

Sementara menurut dia, informasi yang diperoleh dari Pemda setempat pasokan untuk Pamona dari PLTA sebesar 5 mega watt (MW).

“Ini saya alami sendiri sewaktu disana. Satu hari terjadi 5 atau 6 kali pemadaman. Dan ini telah menjadi laporan masyarakat setempat kapada saya,”ujarnya.

Sony menyarankan, jika memang PT PLN mengalami kendala teknis dilapangan, pihaknya bersedia memfasilitasi komunikasi langsung kepada PT PLN Pusat. Agar permasalahan kelistrikan di Sulteng bisa ditangani bersama secara terintegrasi.

Sayangnya tawaran itu langsung ditolak Manager PT PLN,Abbas. Menurut dia kendala umum yang dialami PLN hanya seputar masalah pemeliharaan jaringan yang menyebabkan seringnya terjadi pemadaman.

Khusus untuk pemadam di Pamona, Abbas memastikan terjadi bukan lantaran pengurangan pasokan dari PLTA. Namun begitu pihaknya berjanji akan menindaklanjuti laporan itu.

“Karena sejauh ini kami juga belum mendapat laporan resmi dari manager rayon Pamona,”ujarnya.

Jikapun terjadi pemadaman ujarnya, kemungkinan itu terjadi lantaran peliharaan jaringan. Pemeliharaan jaringan antara lain dilakukan untuk pemangkasan pohon yang melintasi jaringan dan hal teknis lainnya.

“Laporan pemadaman yang terjadi di Pamona terjadi hanya sekitar 5 kali sepanjang Bulan Maret 2018. Itu hanya untuk pemeliharaan jaringan,”sebutnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C, Zulfakar meminta keterangan terkait status PLTU Mpanau.

Abbas menyebut secara umum PT PLN masih sangat membutuhkan pasokan dari PLTU. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan saat beban puncak.

Namun katanya permasalahan terkait pasokan PLTU kemungkinan besar baru bisa diatasi 1 atau 2 tahun kedepan. Ini menyusul adanya pembangunan PLTU milik PLN di Desa Dalaka Kabupaten Donggala dengan daya 2 x50mw.

“Kita bisa atasi defisit dari PLTU Mpanau  itu diperkirakan jika PLTU Dalaka beroperasi. Sekitar 2 atau 3 tahun mendatang,”jelasnya.

Yang menjadi prioritas PLN saat ini adalah antisipasi ketersediaan listrik menjelang bukan Ramadhan pada pertengahan  Mei 2018. Tapi PLN kata dia sudah punya langkah antisipasi. Misalnya meminta PLTU Mpanau mememastika stok batu bara. Karena salahsatu penyebab defisit listrik dari Mpanau adalah keterbatasan stok batu bara. Akibatnya hanya dua mesin yang mampu dioperasionalkan.

“Kami juga hampir bisa memastikan PLTD Silae bisa optimal saat bulan ramadhan nanti,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.