Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pernikahan Usia Dini Rentan Perceraian

0 592

PALU EKSPRES, PALU – Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Abdullah Kemma menyatakan wawasan kependudukan bagi kalangan pelajar perlu terus ditingkatkan. Pelajar atau komunitas pemuda lainnya kata Abdullah Kemma sangat potensial menjadi mitra BKKBN dalam menyosialisasikan pentingnya hidup berencana diantara sesama remaja.

“Menjadi penutur bagi rekannya minimal untuk tidak menikah dalam usia dini,”kata Abdullah Kemma, membuka lomba pidato dan karya tulis kependudukan, Rabu (22/3). Di hadapan peserta, Abdullah Kemma mencontohkan bahwa menikah usia dini akan banyak mengalami tantangan dalam rumah tangganya.

Bahkan berujung perceraian. Karena secara fisik dan mental usia dini dianggap belum siap. “Begini, kalau anak-anak kawin juga dengan anak-anak, maka dia akan melahirkan anak-anak juga. Susah nantinya sesama anak-anak saling mengurus,”ujar Abdullah Kemma sambil bercanda.

Masalah yang kerap dihadapi rumah tangga hasil pernikahan usia dini juga berkaitan erat dengan tanggung jawab dari sisi ekonomi keluarga. Kepala keluarga yang belum memiliki pekerjaan akan sulit menafkahi keluarganya.

“Bagaimana mau menafkahi keluarga, kalau hidupnya saja masih ditanggung orang tua,”sebutnya.

Karenanya menurut Abdullah Kemma, penutur sebaya sangat berperan dalam upaya pembangunan keluarga sejahtera. BKKBN sendiri kata dia memiliki sejumlah program Generasi berencana. Diantaranya Genre award dan lomba pidato dan karya tulis kependudukan tingkat menengah umum.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.