Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

UNBK 2018, Gubernur Minta Penanganan Serius Listrik dan Jaringan Internet

0 34

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola mengingatkan kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018, untuk dapat memerhatikan dengan serius fungsi dan kerja masing-masing.

Gubernur menilai, keberhasilan pelaksanaan UNBK nantinya bergantung pada kerja sama tiap-tiap pihak yang berkaitan tersebut.

Secara khusus Gubernur menekankan pada persiapan PLN dan PT Telkom, sebagai penyedia energi listrik dan jaringan internet, untuk dapat merumuskan langkah-langkah penanganan yang serius, demi mendukung kelancaran pelaksanaan UNBK nantinya.

“Khusus kepada pihak PLN yang menyediakan energi listrik, dan Telkom yang berhubungan dengan jaringan internet, kiranya dua hal ini mendapat penanganan yang serius, agar nanti dapat terlaksana maksimal,” kata Gubernur, pada pertemuan bersama Komisi X DPR RI, Disdikbud Sulteng, PT PLN, PT Telkom, LPMP Sulteng, serta pihak-pihak terkait pendidikan lainnya, di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Rabu 21 Maret 2018.

Gubernur meminta kepada PT Telkom untuk dapat semakin meningkatkan kualitas jaringan internet. Selain itu, kepada PLN Gubernur mewanti-wanti agar tidak terjadi pemadaman sepanjang pelaksanaan UNBK di sekolah-sekolah.

“Kalau jaringan internet mungkin kualitasnya yang perlu diperbaiki, kalau listrik ini mohon perhatian pihak PLN untuk dari dini sudah mengantisipasi, jangan sampai pada hari pelaksanaan UNBK keluar pengumuman dari PLN, berhubung satu dan lain hal akan ada pemadaman dan lain-lain, saya selaku Gubernur tidak akan menerima apapun alasannya,” tegasnya.

Kepala Disdikbud Sulteng, Irwan Lahace menyebutkan, pada pelaksanaan UNBK tahun ini, data sementara jumlah peserta tingkat SMA dan SMK di Sulteng mencapai 41.293 orang. Jumlah ini kata Irwan masih dapat berkembang, karena beberapa sekolah sedang dilakukan finalisasi data oleh panitia bersama LPMP Sulteng.

Irwan memastikan pada tahun ini, 100 persen SMA dan SMK di Sulteng sudah mengikuti UNBK, meningkat disbanding tahun lalu yang hanya 80 persen SMA dan 100 persen SMK.

“Ada sekolah-sekolah yang belum lengkap sarana prasarananya utamanya komputer, kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten dan Kota, kalau ada SMP yang sudah memiliki komputer yang mumpuni untuk dipinjamkan digunakan oleh SMA dan SMK,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, yang memimpin tim dalam pertemuan dan kunjungan ke Sulteng menerangkan, kehadiran mereka ke Sulteng intinya adalah untuk mendapatkan gambaran terkait persiapan daerah dalam pelaksanaan UNBK tahun ini.

Sebelum melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulteng, tim dari Komisi X DPR RI tersebut terlebih dulu mengunjungi dua sekolah di Kota Palu, yakni SMA Berdikari dan SMK Justitia, untuk mendapatkan informasi langsung di lapangan, terkait kesiapan sekolah menghadapi UNBK.

“Kami berkunjung untuk mendapatkan gambaran dan data informasi serta penjelasan tentang kendala terkait UNBK tahun 2018 di Provinsi Sulteng,” ujar Ferdiansyah.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.