Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Longki: Bulog Tak Serius Beli Jagung Petani

0 143

PALU EKSPRES, PALU – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengutarakan sejumlah hal terkait permasalahan petani dan peningkatan pertanian di Sulteng dalam forum musyawarah rencana pembangunan pertanian (Nusakambangan) tingkat provinsi tahun 2018.

Salahsatu permasalahan dilapangan kata Longki adalah terkait nilai jual gabah. Kondisi yang terjadi saat ini petani lebih memilih menjual gabah kepada pedagang ketimbang kepada Bulog. Itu lantaran harga jual gabah ke tingkat pedagang lebih tinggi.

“Akhirnya petani tidak menjual gabahnya ke Bulog,”kata Longki dalam sambutannya,membuka Musrenbangtan, di hotel Best Western Palu. Kondisi itu kata Longki menyebabkan dirinya berinisiatif membuat regulasi dengan surat edaran agar petani kembali dapat menjual gabah kepada Bulog.

Permasalahan dilapangan juga terjadi untuk tanaman jagung. Longki menilai Bulog juga tidak serius membeli jagung petani apabila memasuki musim panen. Ini kata dia juga menyebabkan petani mencari pasarnya sendiri namun hasilnya tidak maksimal.

“Untuk itu perlu diberikan perlindungan kepada petani jagung,”sebutnya. Karenanya Gubernur berharap agar seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian terus meningkatkan program pertanian. Sehingga kesejahteraan petani juga bisa terus ditingkatkan.

Prospek pembangunan di Sulteng menurutnya masih berbasis sektor pertanian. Sektor ini memberi pertumbuhan terhadap PDRB Sulteng sebesar 4,46persen. Untuk Indikator kesejahteraan petani, sesuai data nilai tukar petani (NTP) gabungan rata-rata tahun 2017 sebesar 95,09persen. Menurun sekitar 2,11 Persen dari Tahun 2016 yaitu 97,20 Persen.

Sementara produksi padi tahun 2017 berkontribusi sebesar 1,40 Persen dari total produksi padi nasional sebesar 81,04 Juta Ton Gkg. Sementara kebijakan Tahun 2019 untuk sub sektor tanaman pangan dann Hortikultura ujarnya tetap diarahkan pada ketahanan swasembada terhadap komoditas padi jagung dan kedelai (Pajale).Serta meningkatkan produksi nawang merah dan cabe debagai komoditas strategis.

Musrenbangtan dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian. Kepala Perwakilan BI. Kepala Perwakilan BPKP. Kepala Bappeda Propinsi dan Ka. Bappeda Kab.Kota. Para Kepala OPD Prop. Sulteng dan OPD Pemangku Tugas bidang pertanian kabupaten dan kota.

Ketua Panitia Musrenbangtan , Sumiati, Musrenbangtan merupakan momen penting untuk melakukan komunikasi seluruh pemangku kepentingan pada bidang pertanian untuk mengkomunikasikan arah pembangunan sektor pertanian kedepan.

Tujuannya kata dia menyatukan aspirasi ditingkat daerah dan mensinergikan program daerah dengan program pusat pada bidang pertanian guna meningkatkan keberhasilan pembangunan pertanian tahun 2018.

Dirjen Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI Sumarjo Gatot Irianto, dalam sambutannya mengajak semua kepala Dinas propinsi Kabupaten dan kota segera melaksanakan kegiatan bidang pertanian. Karena kata dia pelaksanaanya dilakukan dengan penunjukan langsung

“Kalau bulan depan tidak dilaksanakan, saya pindahkan anggarannya ke daerah lain untuk ini tidak ada diskusi,”tegas Dirjen. Sulteng menurut dia akan dijadikan sentra Jagung. Karenanya tahun ini diberikan bantuan pengering jagung. Kepada Bulog, Dirjen berharap harus lebih serius membeli hasil panen petani.

“Kalau bulog tidak jemput bola nanti petani akan mendatangi Bulog untuk menjual hasil panennya,”sebutnya. Diapun berharap pemerintah harus terus meningkatkan luas tanam untuk Sulteng. Sesuai data saat ini luas tanam di Sulteng sudah cukup menggembirakan yaitu 15.900 ha.

(*/humas)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.