Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Siswa SMAN 1 Siap Ikuti Lasenas 2018, Karya Tulisnya soal Sejarah Indonesia

0 254

PALU EKSPRES, PALU – Salah seorang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Palu, Meyke Widyaningrum, saat ini sedang bersiap mengikuti ajang Lawatan Sejarah Nasional (Lasenas) tahun 2018, yang akan diselenggarakan di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam (NAD), pada 27 April 2018 hingga 1 Mei 2018 mendatang. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa SMA, SMK dan MA, serta para guru sejarah perwakilan dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Mieke menjelaskan, persiapan tersebut salah satunya adalah memantapkan penyusunan karya tulis, dengan judul “Bingkai Sejarah Indonesia di Kota Serambi Makkah”. Karya tulis tersebut, nantinya akan dikompetisikan dengan ratusan siswa peserta Lasenas perwakilan seluruh Provinsi di Indonesia.

“Karya tulisnya sedang dalam proses, judulnya ‘Bingkai Sejarah Indonesia di Kota Serambi Makkah’, dengan sub tema ‘Arti Aceh di Bingkai Sejarah Indonesia’, yakni tentang bagaimana Aceh berperan dalam proses integrasi Indonesia,” jelas Meyke, saat ditemui di SMAN 1 Palu, Senin 19 Maret 2018.

Selain Meyke, dua siswa asal SMA Negeri Model Madani Palu lainnya juga akan mengikuti ajang yang sama. Sebelumnya, Meyke bersama dua siswa tersebut mengikuti ajang Lawatan Sejarah Regional 2018, yang diadakan di Manado Sulawesi Utara, lalu terpilih mewakili Sulteng pada Lasenas 2018 di NAD.

Pada lawatan tingkat regional tersebut, Meyke menuturkan, para peserta diberikan kesempatan untuk jalan-jalan ke beberapa lokasi bersejarah di Manado, seperti Monumen Wolter Monginsidi, Museum Sulawesi Utara, Makam Tuanku Imam Bonjol dan Makam Kiai Modjo. Setelah berjalan-jalan di lokasi bersejarah, para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi hasil perjalanan tersebut. dari rangkaian kegiatan itu, diseleksilah peserta-peserta yang mewakili Provinsi masing-masing pada ajang tingkat nasional.

“Yang diseleksi keaktifan kita bertanya, aktif menjawab serta presentasi yang dinilai baik, pertanyaan yang kita ajukan juga harus berbobot. Begitu pengumuman peserta terbaik, saya peserta terbaik kedua, dan tiga orang peserta terbaik yang berangkat ke ajang nasional. Harapannya di ajang nasional, bisa masuk ke sepuluh besar,” tuturnya.

Dikutip dari situs resmi Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Lawatan Sejarah adalah suatu kegiatan perjalanan mengunjungi situs bersejarah, yang merupakan bagian dari simpul-simpul perekat yang berorientasi pada nilai-nilai perjuangan dan persatuan, untuk memperkokoh integrasi bangsa.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.