Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pemda Parimo Wacanakan Rastra dari Petani Lokal

0 802

PALU EKSPRES, PARIGI – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mewacanakan beras hasil panen dari petani lokal menjadi beras prasejahtera (Rastera).

“Jadi, kita sudah wacanakan melalui rapat-rapat baik kabupaten maupun di provinsi, dan kita akan menunggu realisasinya bagaimana. Pak kadis pertanian juga sudah menyampaikan kita sedang surplus beras,” ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Parimo, Agus S. Hadi kepada Palu Ekspres, Rabu (14/3) di Parigi.

Sekaitan hal itu, pihaknya akan mengupayakan agar beras hasil panen dijadikan Rastra. Namun bukan hanya Dinas Pertanian saja, dalam hal ini Dinas Sosial juga berperan penting. Sebab, Dinas tersebut yang menangani terkait bantuan tersebut.

“Informasi tentang beras itu, bagaimana jika kita menggunakan beras sendiri karena kita surplus kita beli saja berasnya. Setelah itu baru kita sortir dan disampaikan, tentunya perlu ada tindakan lebih lanjut. Karena ini harus ada proses adminitrasi dan pernyataan dan seterusnya.

Gagasan beras hasil panen petani lokal dijadikan rastera, merupakan ide cemerlang agar beras tersebut bisa dirasakan oleh rakyat Parigi Moutong melalui Bulog, dengan harga yang sesuai dari kementrian juga sesuai dengan instruksi dari Presinden RI. Karena harga bulog merupakan harga Nasional dan tidak ada perbedaan di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, tidak begitu tahu pasti pemgambilan berasnya karena pihaknya hanya menerima barang itu dari gudang bulog saja. Diketahui, Kabupaten Parigi Moutong memiliki keistimewaan dalam masa panen. Daerah tersebut mampu mencapai tiga kali panen dalam setahun. Bahkan Parimo pernah surplus pangan mencapai 115.000 ton, yang diprediksi mampu bertahan dalam kurun waktu satu tahun.

Sebelumnya, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu bertekad menjadikan Parigi Moutong sebagai lumbung beras di Indonesia Timur, bahkan menjadi penyanggah pangan nasional. Dia mengatakan, bidang pertanian Parigi Moutong saat ini tengah diperhitungkan di kancah ansional. Hal itu kata dia, tidak berlebihan mengingat potensi pertanian di Parimo sangat melimpah.

“Jadi ini sudah menjadi tekad saya menjadikan Parigi Moutong sebagai lumbung beras di Indonesia timur. Hal itu tidak berlebihan karena daerah ini memiliki daya saing dan masuk peringkat ke-10 di Inodensia yang diwakili bidang pertanian,” ujarnya beberapa waktu lalu.

(mg4/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.