Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Konser Kemanusiaan untuk Palestina Digelar di Palu

0 1.469

PALU EKSPRES, PALU – Tak hanya konsentrasi di sektor pendidikan khususnya belajar mengajar, Jaringan Sekolah Islam Terpada (JSIT) di Sulawesi Tengah, juga merambah panggung musik.

Bulan ini JSIT di Sulawesi Tengah membawahkan sedikitnya 17 sekolah diberbagai jenjang, akan menggeber konser musik dengan menghadirkan mantan roker Indonesia yang kini menjadi pelantun tembang religi, Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang dikenal nama panggungnya Opick. Muhammad Yunus Ketua Panitia Konser Opick kepada wartawan menjelaskan, ini adalah konser kemanusiaan yang seluruh keuntungannya akan didonasikan kepada korban kemanusiaan, seperti Palestina, Syiria dan Rohingya serta Ghouta.

Sebelumnya, pihaknya sukses mengumpukan donasi untuk disumbangkan ke korban tragedi Rohingya. ”Kali ini bantuan akan diarahkan ke korban tragedi kemanusiaan di Palestina,” ungkap Yunus saat menggelar konferensi pers Sekretariat AJI Palu, Rabu 14 Maret 2018 kemarin.

Menurut Yunus, mengisi rangkaian konser kemanusiaan tersebut, akan diisi dengan orasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng, tentang tragedi kemanusiaan yang dialami umat Muslim diberbagai belahan dunia, tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan warga di negara tersebut. Melainkan, seluruh umat muslim mempunyai kepedulian yang sama untuk meringankan beban mereka yang selama ini terus menerus tertindas dan ditindas.

Ia mengharapkan, konser bisa dihadiri 2.000 orang untuk menembus angka donasi yang ditarget senilai Rp1 miliar. Kini, tiket sudah terjual 800-an lembar. Dan diperkirakan terus bertambah mengingat tingginya animo masyarakat tidak hanya semata mata pada konser musiknya tetapi juga semangat dan solidaritas sosial yang tinggi terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina dan berbagai belahan dunia lain.

Menjawab pertanyaan wartawan, apakah memungkinkan bagi panitia dan JSIT untuk memberikan donasi di luar kelompok muslim? Yunus mengatakan, karena temanya kemanusiaan maka tentunya bantuan tidak hanya menyasar kalangan muslim.

Ia mencontohkan, bantuan bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, pihaknya salah satu yang terdepan dalam menyalurkan bantuan, baik itu dalam bentuk relawan maupun natura atau sumbangan uang. ”Pada kasus busung lapar di Asmat kami bahkan menyalurkan bantuan kesana,” rinci Yunus.

Ditempat yang sama Ketua JSIT Regional VII Sulawesi, Wiwik Jumiatul Rofiqah menjelaskan relasi sebuah institusi pendidikan yang dikelolahnya dengan konser musik kemanusiaan. Menurut dia, hal ini sejalan seiring dengan pendidikan karakter yang menjadi fokus bagi sekolah-sekolah di bawah bendera JSIT.

Melalui musik, anak usia dini, diajarkan tentang bagaimana menggalang solidaritas sosial, terhadap orang-orang di sekitarnya plus melatih ketajaman intuisi mereka tentang bagaimana kondisi anak-anak seusia mereka di negeri yang sedang dilanda perang. ”Mereka diajarkan untuk solider terhadap orang di sekitarnya yang sedang susah,” katanya menjelaskan.
Keterangan pers yang berlangsung di Sekretariat AJI Palu ini, dihadiri oleh beberapa pengelola jaringan sekolah islam terpadu yang di Indonesia berdiri sedikitnya tiga ribuan sekolah tersebut.

(kia/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.