Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tiga Eselon II Pemkot Turun Jabatan

0 127

PALU EKSPRES, PALU – Rotasi pejabat lingkup Pemkot Palu menyebabkan tiga nama jabatan tinggi pratama (JPT) pada aselon II terpaksa turun jabatan ke eselon III.

Tiga nama itu yakni Syamsul Saifuddin, Farid Rifai dan M Arif. Syamsul Saifuddin sebelumnya menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) turun menjadi sekretaris Balitbangda.

Farid Rifai sebelumnya kepala dinas perdagangan dan perindustrian, juga turun menjabat sekretaris pada dinas yang ia pimpin sebelumnya.

Kemudian M Arif yang menjabat sebelumnya kepala satuan polisi pamong praja (Satpol PP) turun eselon menjadi Camat Palu Timur. Penempatan jabatan ini dituangkan pada surat perubahan keputusan Wali Kota Palu nomor 821.2/1130/BKD/2016 tanggal 30 Desember 2016 tentang pengangkatan PNS dalam JPT eselon IIb.

Dalam keputusan itu turut dilantik M Rizal kepala Administrator KEK Palu.  Setyo Susanto, kepala dinas koperasi,UMKM dan tenaga kerja. Eka Komalasari sebagai kepala dinas perdagangan dan perindustrian.

Selanjutnya dalam keputusan lain, dilantik pula JPT eselon IIb antara lain Denny Taufan sebagai kepala dinas lingkungan hidup (DLH).

Musliman Dg Malappa sebagai kepala dinas sosial. Sudaryano R Lamangkona sebagai kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Terkait adanya JPT eselon II yang turun jabatan, Wali Kota Palu Hidayat  dalam sambutannya usai pelantikan, Rabu 14 Maret 2018, menjelaskan bahwa itu dilakukan untuk menindaklanjuti rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Nah ini ada riwayat. Tapi saya tidak baca lagi. Karena ada riwayatnya,”kata Hidayat.

Dia mengakui sistem pengisian jabatan saat ini dilakukan berdasarkan UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Regulasi itu memerintahkan bahwa pengisian jabatan yang kosong harus melalui seleksi.

Akan tetapi diapun mengaku bahwa memang sejauh ini pelaksanaan seleksi tidak melihat  standar kompetensi.

“Saya kira sampai saat ini belum miliki standar kompetensi terhadap suatu jabatan,”jelasnya.

Karenanya, Pemkot melalui badan pelatihan dan pengembangan daerah (Balitbangda) jelas Hidayat akan mendorong program rasionalisasi birokrasi.

“Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan sehingga ada standar kompetensi suatu jabatan. Misalnya jabatan A, kira-kira apa saja yang dibutuhkan disitu,”sebutnya.

Sebenarnya aku Hidayat, pelantikan sebelumnya semata hanya ingin mempercepat penyelesaian beragam permasalahan strategis di Kota Palu.

“Dan saya berfikir percepatan itu harus dilaksanakan karena kepemimpinan kami agak terlambat 1 tahun. Belum lagi program berdasarkan visi dan misi yang harus kita digenjot,”katanya.

Oleh karena itu proses penempatan jabatan sebelumnya merupakan upaya untuk percepatan itu. Namun dalam proses penetapannya dilakukan sesuai standar kompetensi.

Kompetensi itu antara lain terang Hidayat adalah disiplin ilmu eselon II. Kedua adalah pengalaman tugas. Dan tidak kalah penting performance. Karena itu menyangkut integritas, prilaku, kesehatan.

“Itu semua yang jadi pertimbangan,”jelasnya lagi.

Dan tak kalah penting dalam kebijakan pemutasian adalah dengan mempertimbangkan situasi masyarakat dari sisi politis.

Pihaknya kata dia merasa perlu menempatkan pejabat secara berkeadilan. Tidak memandang sara atau kesukuan.

“Tidak mungkin orang kaili semua menduduki jabatan. Kita ini NKRI. Siapa saja bisa menduduki jabatan. Ini harus ada keseimbangan,”demikian Hidayat

Selain JPT eselon II a dan b, rotasi juga dilakukan untuk kalangan eselon IIIa. Yaitu, Muliaty kepala bagian administrasi pemerintahan sekretariat daerah.
Hendry Sakding sekretaris dinas perumahan dan kawasan pemukiman.

Akbar Faqdirum sebagai Sekdis kependudukan dan pencatatan sipil. Asrul sebagai Sekdis kearsipan dan perpustakaan. M Ramly sebagai Sekdis Satpol PP. Kapau Bauwo sebagai Camat Palu Barat.

Pada Aselon IIIb  ada nama M Iqbal Arfan dilantik menjadi sekretaris Kecamatan Palu Barat.

Aselon IVb antara lain Mansyur sebagai Kasi pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan sosial (PMKS) kelurahan Pengawu. Lusih H Salam sebagai Kasi PMKS Kelurahan Tavanjuka. Asniar K Lawesando sebagai Sekretaris Kelurahan Tatura Utara.

Kemudian Risdianto sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Palu Utara. Suhardi, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Palu Selatan. Kisman sebagai Lurah Lasoani. Firman H Nipo, Lurah Tatura Utara. Suasni, Lurah Tavanjuka dan Irma sebagai Lurah Talise Valangguni.

Terakhir pada jabatan pengawas Aselon IVa antara lain, Rahmawati, kepala sub bagian (Kasubag) informasi dan dokumentasi pada bagian Humas dan Protokol Setda Kota Palu. Agung Ardiansyah sebagai Kasubag kepegawaian dan umum Dinas Kesehatan. Sudin, Kasubag Kepegawaian dan Umum, pada BPBD.

Machfira, Kasubag Keuangan dan Aset Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).  Nirwana, Kasi Partisipasi Masyarakat pada Bidang Pemberdayaan Sosial Masyarakat Dinas Sosial. Lucky Ferdinand Rasubala, Kasi Pencatatan perkawinan dan perceraian dinas kependudukan dan catatan sipil

Novayanti, Kasi data gender dan anak dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Nurhasan, Kasi pengendalian bidang pemonitoran kerja sama dan pengendalian asministrator KEK Palu.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.