Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

BNNP Ungkap Jaringan Pengiriman Sabu-sabu dari Tarakan

0 230

RILIS DUA KASUS LAINNYA
Pada kesempatan yang sama, BNNP Sulteng juga merilis pengungkapan kasus sabu yang diedarkan dari Lapas Petobo Palu. Kepala BNNP Sulteng, Brigjend Pol Andjar Dewanto mengungkapkan, pada 10 Februari 2018 lalu, anggotanya memperoleh informasi bahwa akan ada transaksi narkoba di jalan Gatot Subroto Palu.

Setelah dilakukan pengintaian di lokasi yang dimaksud, anggota BNNP lalu menangkap seorang tersangka, yakni Deni yang sebelumnya terlihat mondar mandir di sekitar lokasi, dan mengambil sebuah paket kantong plastik di sebuah tumpukan batu bata. Saat akan ditangkap, tersangka melempar paket tersebut lalu melarikan diri.

Saat tertangkap, tersangka disuruh untuk mengambil barang yang dilempar tadi, dan ternyata berisi sabu seberat 40 gram.

Usai ditangkap, BNNP melakukan pengembangan kasus dan menggeledah tempat tinggal serta tempat nongkrong tersangka. Dari pengembangan tersebut, didapati lagi empat paket sabu dalam jaket tersangka yang berada di tempat nongkrongnya, dengan total berat 30 gram.

“Dari hasil pengembangan, Deni ini merupakan kaki tangan Yahya Ang alias Koh Ade, yang sedang berada di Lapas Petobo Palu. Dari Koh Ade ini juga dikembangkan, dia memperoleh barang tersebut dari Handoko, yang juga berada di Lapas Petobo,” jelas Andjar.

Seluruh Tersangka dikenakan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, pasal 137 Jo pasal 132 ayat 1 UU Narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kasus lainnya, BNNP juga berhasil menggagalkan pengiriman sabu dari Palu menuju Luwuk Kabupaten Banggai, pada 12 Februari 2018. Diungkapkan Kepala BNNP Sulteng, Brigjend Andjar Dewanto, pihaknya awalnya memperoleh informasi adanya pengiriman barang melalui salah satu rental mobil di Palu.

Setelah dilakukan kontrol delivery, paket kiriman yang di dalamnya berisi sabu seberat 70 gram. Paket tersebut diambil oleh tersangka Aswandi alias Wandi. Setelah dilakukan pengembangan, tersangka Aswandi mengaku tidak mengetahui siapa pengirim barang tersebut dari Palu.

“Kita kembangkan karena posisi tersangka X belum diketahui, karena Aswandi beralasan dia tidak kenal dengan pengirim tersebut. Kita sudah cek posisinya waktu itu, sudah di luar kota,” jelas Andjar.

Tersangka akan dikenakan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 UU narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.