Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Pengelola Perpustakaan Harus Kreatif Tumbuhkan Minat Baca

0 21

PALU EKSPRES, PALU – Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke 54 Provinsi Sulteng sejumlah kegiatan mulai digelar OPD lingkup Pemprov Sulteng. Salahsatunya lomba minat baca, talk show dan pameran perpustakaan yang digelar Dinas Perpustakaan Sulteng.

Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Dinas Perpustakaan itu dibuka langsung Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Selasa 13 Maret 2018. Acara itu dihadiri pemerhati perpustakaan Yasmi Yuliantino Yesi Gusman dan Nur Sangaji. Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengpresiasi kegiatan tersebut menurutnya kegiatan itu dapat menumbuh kembangkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat, khususnya dikalangan pelajar dan mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa.

Kegiatan ini juga katanya bertujuan untuk memperingati dan memeriahkan hari ulang tahun ke 54 Provinsi Sulteng. Dalam era globalisasi, peran membaca kata Longki sangat penting dalam kehidupan manusia. Membaca diperlukan untuk mencapai kemajuan dan kesuksesan di bidang politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Derasnya arus informasi dan komunikasi dewasa ini menyebabkan informasi dengan cepatnya berganti.

Menyikapi hal maka pengembangan minat baca perlu ditingkatkan secara berkesinambungan. Agar terbentuk masyarakat yang berbudaya baca dan menulis. “Karena itu sejak dini masyarakat perlu dimotivasi agar senang dan terbiasa membaca,”katanya. Dia berharap tenaga guru senantiasa harus mengikuti perkembangan zaman dengan membaca. Perpustakaan sebagai salah satu wahana penunjang kualitas pendidikan, senantiasa memberikan motivasi dalam meningkatkan dan menumbuhkembangkan kebiasaan membaca siswa.

Perpustakaan ujarnya merupakan sebuah lembaga penyedia jasa informasi bagi semua kalangan, khususnya instansi sekolah dan perguruan tinggi. Karena semua bahan literasi tersedia disana. Dengan demikian perpustakan menurutnya pula harus dapat menyiapkan suatu solusi inovasi dalam memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka .

“Agar keberadaan perpustakaan benar-benar bisa dimanafaatkan secara maksimal oleh pemustaka,”ujarnya. Problem mengenai minat baca lanjutnya harus ditanggapi secara serius dengan mencari solusi tepat. Dengan critical thinking untuk menumbuhkembangkan minat baca pada siswa harus mempunyai strategi dan inovasi.

“Jika tidak ada upaya dan penerapan dari hal tersebut, maka kehidupan berbangsa ini hanya tinggal menunggu runtuhnya suatu peradaban,”katanya. Jargon luhur mengenai buku, yakni “sebaik-baik guru adalah buku dan buku adalah gudang ilmu” dan “sebaik-baiknya teman duduk adalah buku”, seharusnya ini menjadi motivasi yang dapat membakar, menumbuhkan semangat kecintaan kita untuk terus membaca.

“Ada sebuah pepatah klasik mengatakan “reading the past, writing the future membaca masa lalu menulis masa depan,”demikian Longki.

Setelah membuka acara secara resmi, pemerhati perpustakaan Sulteng Nur Sangaji menyerahkan beberapa buku terbaru untuk selanjutnya diserahkan kepada Dinas Perpustakaan Sulteng. Ketua panitia lomba, Rohani Mastura menyebut kegiatan itu untuk menumbuhkembangkan minat dan kebisaan membaca masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa.

Menstimulasi masyarakat khususnya para pelajar dari TK hingga mahasiswa agar kreatif dan trampil serta memiliki pikiran luas.Memasyarakatkan buku buku terbaru diberbagai ilmu pengetahuan. Untuk lomba, kegiatan ini diikuti siswa-siswi TK sampai mahasiswa. Sementara pameran diikuti perpustakaan kabupaten kota, perpustakaan DPRD Propinsi. Perpustakaan BI. Literasi Untad, penerbit airlangga dan perpustakaan Instansi lingkup Pemprov Sulteng.

(humas)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.