Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ketahuilah, Kapan Harus ke Rumah Sakit jika Hipertensi Meradang, Jangan Sampai…

0 15

PALU EKSPRES, JAKARTA – Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu penyakit mematikan yang kerap terabaikan. Mengapa terabaikan, karena pengetahuan penderita akan kondisi ini bisa dibilang sangatlah kurang.

Perlu dicatat bahwa tekanan darah manusia yang normal dan ideal adalah di bawah dari 120/80 sementara 140/90 masih bisa dianggap sebagai tekanan yang aman.

Bagaimana Anda mengetahui tekanan darah Anda? Tentunya dengan mengunjungi dokter di area Anda. Dengan sphygmomanometer, dokter Anda dapat menganalisa seberapa tinggi tekanan darah yang Anda miliki.

Biasanya, semakin rendah tekanan darah, maka tentunya adalah kabar yang baik untuk mereka, akan tetapi jika dibarengi dengan gejala seperti pusing, mual, pingsan dan dehidrasi, maka tekanan darah rendah bisa juga menjadi kabar yang tidak mengenakan.

Kembali pada hipertensi yang kerap terabaikan, kondisi ini sangatlah berkontribusi pada kerusakan serius pada organ tubuh yang mampu memicu terjadinya serangan jantung dan stroke jika dibiarkan tanpa perawatan. Di sinilah peran penting dokter untuk memastikan seberapa membahayakannya kondisi kesehatan Anda serta pantangan yang wajib Anda hindari untuk memastikan tekanan darah tetap terkontrol.

Siapa saja yang bisa berpotensi alami hipertensi?

Resiko hipertensi lebih tinggi pada mereka yang berusia di atas 65 tahun, akan tetapi, mereka yang kelebihan berat badan, jarang berolahraga, dan memiliki riwayat darah tinggi dalam keluarganya adalah mereka yang paling berpotensi alami kondisi ini.

Kapan Anda harus khawatir dengan kondisi ini?

Ketika tubuh sudah mulai menunjukan beberapa gejala seperti sakit kepala berat, kelelahan atau kebingungan, gangguan pengelihatan dan rasa sakit di dada, detak jantung yang tidak biasa, sakit di bagian leher dan telinga, beberapa kasus seperti darah di urine, maka tidak ada pilihan yang lebih baik kecuali meminta pertolongan medis, Terlambat mengambil tindakan atau membiarkannya untuk reda sendiri adalah opsi yang pantang Anda ambil, karena salah-salah, nyawa serangan jantung atau stroke adalah yang Anda dapatkan.

Cara mengontrol darah tinggi?

Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi alkohol atau rokok pada pasien yang minum alkohol atau merokok. Mengurangi asupan garam dari makanan juga adalah cara yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan teliti dalam memilih jenis makanan dengan membaca labelnya. Jika Anda kesulitan untuk menurunkan secara manual, dokter juga akan menuliskan resep obat-obatan yang wajib di konsumsi harian yang akan menjadi bagian dari rutinitas hidup Anda ke depannya.

(ruf/fajar)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.