Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

SNP Disdik Palu Rerata di Atas Nasional

0 9

PALU EKSPRES, PALU – Pada hasil pemetaan mutu pendidikan oleh Kemendikbud RI melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng baru-baru ini, rapor kinerja Dinas Pendidikan Kota Palu menunjukkan dari 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), sebagian besar berada di atas rata-rata nasional.

Dalam capaian Disdik Kota Palu SNP jenjang SD, di antaranya pada Standar Kompetensi lulusan mendapat angka capaian 6,26 di atas standar nasional sebesar 6,22. Kemudian pada standar isi Disdik Kota Palu memeroleh angka 5,64 di atas standar nasional 5,61. Pada standar pengelolaan pendidikan, Disdik Kota Palu juga memeroleh angka di atas standar nasional, yakni 5,64 berbanding 5,56.

Kepala Disdik Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan salah satu keberhasilan dari langkah-langkah Pemerintah Kota Palu dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Palu. “Angka ini tentu menggembirakan. Artinya langkah-langkah yang ditempuh Pemkot Palu untuk mendorong pendidikan berhasil, berdasarkan data-data tersebut,” jelas Ansyar kepada para wartawan, Sabtu 10 Maret 2018.

Olehnya, Ansyar mendorong para Kepala Sekolah agar dapat menjadikan capaian tersebut sebagai cambuk bagi peningkatan kinerja, untuk semakin meningkatkan mutu pendidikan di Kota Palu ke depannya.

“Dalam standar kelulusan dinyatakan, peserta didik di Kota Palu tingkat akademiknya di atas rata-rata, demikian pula pada standar proses, standar isi dan standar lainnya. Kita sampaikan ke para kepala sekolah, jadikan ini sebagai cambuk untuk meningkatkan kinerja kita, melaksanakan mutu pendidikan di Kota Palu,” ujarnya.

Dari delapan standar capaian, standar sarana pendidikan dan prasarana pendidikan serta standar pendidik dan tenaga kependidikan kata Ansyar masih menjadi problem secara nasional. Menurutnya, masalah kompetensi guru dan tenaga kependidikan merupakan masalah secara nasional.

“Saya contohkan, ketika dilaksanakan Ujian Tulis Nasional (UTN) di wilaya Indonesia Timur, 46 orang guru kita yang mengikutinya Alhamdulillah lulus 3 orang. Tetapi ada provinsi lain yang sama sekali tidak ada yang lulus,” tuturnya. Olehnya, Ansyar menyampaikan kepada para guru dan pengawas pembina untuk betul-betul berkomitmen, mendorong peningkatan kompetensi guru.

“Berikan mereka waktu literasi, pantau RPP-nya, pantau kinerjanya, dorong mereka meningkatkan keterampilan,” imbuhnya. Terkait standar sarana dan prasarana pendidikan, ia juga menilai hal tersebut masih menjadi masalah nasional. Karena menurutnya, saat ini masih banyak gedung sekolah dalam kondisi rusak.

Terkait hal tersebut, Ansyar mengaku Pemkot Palu pada tahun ini telah merencanakan perbaikan sarana pada puluhan sekolah.

“Tahun ini ada puluhan sekolah yang kita rencanakan. Sehingga tahun depan sudah mulai kita bangun fisiknya melalui APBD, belum lagi melalui DAK. Ini secara bertahap kita lakukan perbaikan, agar bisa dinikmati oleh para peserta didik, dan standanya sesuai dengan yang dibutuhkan,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.