Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Muhidin Ingatkan Bahaya Narkoba pada Pelajar

0 311

PALU EKSPRES, PALU – Sosialisasi 4 konsensus berbangsa yang dipusatkan di aula MAN Negeri 1 Palu berlangsung hidup. Siswa dan sejumlah guru tampak antusias menyimak penyampaian H. Muhidin M Said, anggota MPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI sebagai pemateri tunggal pada sosialisasi ini.

Saat sesi tanya jawab, bukan hanya didominasi siswa. Umumnya pertanyaan tentang perkembangan dan dinamika sosial bangsa terkini. Banyak ragam tema yang menjadi pertanyaan siswa yang rata-rata duduk di kelas 12 itu.

Mulai dari maraknya peredaran narkoba dari luar negeri, perilaku etik elit bangsa – pertanyaan ini mengacu pada perkelahian pimpinan daerah di Sulteng, di Kabupaten Tolitoli dan Morowali hingga pertanyaan ”nakal” tentang berapa gaji anggota MPR/DPR. Sedangkan para guru, mengusulkan agar bagaimana Pendidikan Moral Pancasila dan P4 – dua instrumen yang menjadi ”benteng” moral di zaman Orde Baru perlu dihidupkan kembali.

Alasannya, Pelajaran tentang moral Pancasila dan pedoman penghayatan pengamalan pancasila (P4) masih sangat relevan diajarkan kepada siswa di sekolah di tengah diskursus tentang pluralisme dan ancaman disintegrasi bangsa.

Forum sosialisasi yang dihadiri 150 siswa dan guru tersebut, dimanfaatkan oleh anggota MPR RI Muhidin Said untuk mengingatkan siswa akan bahaya narkoba yang mengintai kehidupan generasi bangsa. Saat ini ungkap Muhidin, Indonesia sudah masuk darurat narkoba.

Saban hari ber ton-ton narkoba masuk ke Indonesia yang akan merusak masa depan bangsa ini. Pemakainya bahkan telah menyasar semua segmen di dalam masyarakat. Mulai dari kaum berduit hingga warga miskin, mulai dari figur berkaliber tokoh hingga pemulung atau gelandangan bahkan anak-anak.

”Ini merupakan keprihatinan kita bersama yang harus diakhiri jika kita ingin melihat bangsa ini harus maju pada beberapa dekade akan datang,” imbau Muhidin.

Menurut dia, jika generasi muda tidak membentengi dirinya dengan pengetahuan yang memadai soal keagamaan dan nilai-nilai moralitas maka bisa dibayangkan seperti apa kondisi bangsa ini kedepan jika generasi muda sebagai pewaris masa depan bangsa ini, menjadi korban dari keganasan narkoba ini.

Karena itu, imbuh dia, pertahanan terbaik dari bahaya narkoba ini tidak hanya menyerahkan penyelesaiannya kepada aparat pemerintah. ”Tapi pertahanan terbaik adalah dari diri Anda sendiri untuk berani mengatakan tidak pada narkoba dan sejenisnya,” ajak Muhidin kepada ratusan siswa, Kamis 1 Maret 2018. Sama halnya dengan perilaku korupsi.

Ini adalah perbuatan amoral yang harus dikutuk. Karena praktek korupsi juga melemahkan pembangunan kita. Bayangkan kata dia, bagaimana sebuah proyek infrastruktur yang tidak kunjung dibangun karena uangnya yang selalu dikorupsi. Ini daya rusaknya juga tak kalah hebat dengan narkoba. Walau demikian jika diperhadapkan pada dua hal, antara korupsi dan narkoba, keduanya memang tak layak dipilih.

Tapi yang pasti, narkoba daya rusaknya jauh lebih dahsyat daripada korupsi. Kerusakan narkoba terang Muhidin adalah menyangkut keberlangsungan hidup sebuah peradaban bangsa. Satu entitas bangsa bisa habis jika generasinya menjadi pengguna narkoba.

”Dalam konteks ini bukan saya mengatakan korupsi lebih baik dari narkoba. Keduanya adalah penyakit bangsa yang harus dijauhi,” ajaknya kepada siswa.

Merespons pertanyaan tentang pentingnya kembali menghidupkan P4, Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini, mengaku akan menjadikan ini sebagai bahan masukan kepada pimpinan MPR. Dalam banyak kesempatan kata dia, masalah ini telah banyak disuarakan oleh banyak kalangan. Namun ini tentunya ini harus melalui mekanisme kenegaraan – karena untuk menghidupkan kembali membutuhkan rumusan dalam bentuk Undang-Undang.

”Ini ada mekanismenya tersendiri. Dan ini akan menjadi masukan bagi saya untuk disampaikan kepada pimpinan MPR dan pemerintah,” katanya. Pada kesempatan itu, ia mengatakan empat pilar kebangsaan sangat penting dipahami dan ditanamkan pada seluruh generasi bangsa Indonesia. Karena, banyak kepentingan bangsa lain terhadap indonesia di era globalisasi ini yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan kita.

Lebih jauh ia mengatakab, sebenarnya sekolan MAN 1 Palu telah memahami empat pilar kebangsaan sejak lama. Ini tergambar dari lagu Mars Madrasah yang lirik liriknya sudah mencakup empat pilar kebangsaan.

Karena itu mantan Ketua KADIN Sulteng ini berharap, kemajuan bangsa yang terletak pundak generasi muda, harus dapat menjaga dan memahami pilar pilar bangsa Indonesia. Sebab, generasi muda saat ini terutama siswa SMA dan sederajat yang sebentar lagi akan menjadi mahasiswa perlu meningkatkan pemahaman terhadap Empat Pilar ini yang menyangkut, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

MPR kata hanya di amanahkan UU untuk melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Dengan harapan ada pemahaman yang utuh kepada siswa tentang nilai-nilai luhur bangsa. Dengan memahami betul nilai-nilai luhur bangsa maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi pejabat publik.

(kia/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.