Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

PLN Didesak Beli Daya PLTA Sulewana

0 330

PALU EKSPRES, PALU – Warga sekitar PLTU Kelurahan Mpanau Kota Palu tetap bersikukuh mendesak penutupan kegiatan PLTU yang dikelola PT Pusaka Palu Jaya Power (PPJP). Desakan ini kembali disuarakan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi C DPRD Palu, PT PLN Area Palu dan perwakilan Pemkot, Rabu 28 Februari 2018.

Desakan ini mencuat setelah Anggota Komisi C, Hamsir, mengungkapkan bahwa saat ini cadangan pasokan listrik dari PLTA Sulewana Kabupaten Poso memiliki daya lebih yang tidak termanfaatkan.

Hamsir mengaku telah mengonfirmasi kelebihan daya itu langsung ke managemen PLTA. Menurutnya, PLTA punya daya yang tidak dipergunakan sebesar 198megawatt(MW).
Sementara kebutuhan listrik Kota Palu dalam beban puncak hanya sebesar 128 MW. Hamsir dihadapan warga mengaku heran dengan sikap PLN yang terkesan enggan mengambil solusi tersebut.

“PLN justru menyurat ke Gubenur Sulteng untuk meminta fasilitasi agar PLTU bisa tetap beroperasi. Untuk menutupi defisit daya,”jelas Hamsir. Menurut Hamsir, PLN harus bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan daya listrik. Diapun mengaku akan berkonsultasi langsung dengan PLN pusat terkait solusi itu.

“Dalam kasus ini PT PJPP sudah banyak melakukan pelanggaran. Ada putusan MA. Karenanya PLN harus membeli daya sementara kepada PLTA Sulewana,”tekannya. Menyahuti keterangan Hamsir, perwakilan warga Kelurahan Mpanau kemudian bergantian menyampaikan desakan tersebut. Asman, salahsatu warga yang mengaku terdampak, mendesak Pemkot Palu turut bertanggungjawab agar PLN tidak lagi membeli daya ke PLTU.
“Kami desak tutup PLTU dan meminta Pemkot mendesak PLN membeli ke PLTA Sulewana. Disana lebih murah. Dan hanya pakai tenaga air, tak ada pencemaran lingkungan,”sebut Asman. PT PLN melalui asisten manager (Asmen) pembangkitan Abdul Karim yang hadir dalam RDP menjelaskan bahwa daya PLN saat ini untuk 3 sistem yang ada sebesar 135 MW.

Masing-masing dari PLTA Sulewana sebesar 105MW. PLTU Mpanau sebesar 25 sampai 55 MW. Dan PLTD Silae maksimal 11 MW. Namun saat ini hanya pakai 6 MW. Dari PLTA Sulewana daya itu disalurkan ke tiga gardu induk yaitu gardu induk Pamona disuplay ke Tentena sampai Kolaka.

Gardu induk Poso untuk dalam kota poso sampai Ampana dan gardu induk Sidera supply ke gardu induk Talise dan gardu induk Silae. Menurutnya, PLN Palu daya yang bisa diserap dari PLTA Poso ke sistem Sulteng maksimal hanya sebesar 105MW. Itu karena keterbatasan daya mampu dari travo yang ada di gardu induk Sidera hanya30 MPH.

Kalau dikonversi hanya 24 MW. Namun begitu kata dia,akan dilakuka napreting dari 30 ke 60MPH pada Februari 2019 mendatang. “Karena kondisi itu, total daya mampu yang bisa serap dari PLTA sebesar hanya 105 MW,”jelasnya.

Sementara Semen perencanaan, Novri Mayambo menambahkan, pada prinsipnya solusi pembelian daya ke PLTA Poso bisa dilakukan. Akan tetapi itu harus mengubah rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Asisten II Pemkot Palu, Imran dimintai saran menyatakan pihaknya hanya menunggu keputusan dari KLHK untuk keputusan penutupan PLTU.

“Kaena sudah ada pengambilan data. Apakah bisa ditutup atau tidak. Pemkot intinya hanya memfasilitasi. Melihat sejauh mana langkah PT PJPP melaksanakan rekomendasi KLHK,”jelasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: