Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sidang Terpadu Isbat Nikah, Jangan Dijadikan Alasan Pembenaran Nikah di Bawah Tangan

0 262

PALU EKSPRES, PALU – Sebanyak 150 pasangan yang belum memiliki buku nikah dari Kecamatan Marawola dan Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi, mengikuti sidang terpadu isbat nikah, Senin (26/2), di KUA Kecamatan Marawola.

Pelaksanaan sidang terpadu tersebut sebagai tindaklanjut penandatangan nota kesepakatan antara Kementerian Agama (Kemenag) Sigi, Pengadilan Agama Donggala serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sigi terkait pelaksanaan pelayanan sidang terpadu isbat nikah.

Kepala Kemenag Sigi As’ad mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai upaya membantu masyarakat di Sigi yang belum memiliki buku nikah, kartu keluarga dan identitas kependudukan.

“Ini menjadi penting karena dokumen kependudukan saling berkaitan antara satu dan lainnya,” ujar Kemenag Sigi.

Kemenag berpesan agar masyarakat jangan menjadikan sidang terpadu ini sebagai alasan pembenaran nikah di bawah tangan sehingga sengaja tidak mencatatkan pernikahan mereka di KUA.

“Sidang terpadu ini sesuai dengan regulasi hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang terkendala dalam pengurusan penerbitan buku nikah,” jelas Kemenag Sigi yang dibenarkan oleh Ketua Pengadilan Agama Donggala Andi Muhammad Tang dan Kadis Dukcapil Sigi Nahon Sango.

Pelaksanaan sidang terpadu isbat nikah kali ini tambahnya, disatukan di KUA Kecamatan Marawola yang diikuti 150 pasang yang dihadiri panitia Haul, pejabat Dukcapil Sigi serta saksi-saksi pasangan nikah.

Untuk diketahui, kegiatan sidang terpadu isbat nikah ini merupakan gagasan dari Habib Sholeh bin Muhammad Aljufri dan terselenggara atas kerjasama panitia Haul Habib Muhammad bin Idrus Aljufri dalam bentuk kegiatan sosial gratis.

Salah seorang keluarga pasangan sidang terpadu isbat nikah (Hamdin 47) mengatakan, berterima kasih kepada Alkhairaat dan panitia Haul karena sudah membantu pihak keluarganya yang sudah bertahun-tahun tidak memiliki buku nikah.

“Kalau boleh tahun depan ada lagi karena masih banyak warga yang belum punya buku nikah,” ungkapnya.

(humas)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.